- Pimpinan DPRD Sulsel mendesak PT Pertamina menstabilkan BBM dan elpiji setelah bertemu di Makassar pada Rabu.
- Antrean panjang kendaraan di SPBU Sulawesi Selatan terjadi akibat peningkatan permintaan dan dugaan informasi palsu.
- DPRD Sulsel meminta Pertamina memperketat pengawasan distribusi elpiji subsidi untuk mencegah penyelewengan harga ke luar daerah.
SuaraSulsel.id - Pimpinan DPRD Sulawesi Selatan mendesak PT Pertamina segera menstabilkan kondisi dan memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) serta elpiji di tengah antrean panjang di sejumlah SPBU.
"Banyak aspirasi yang masuk kepada kami, antrean panjang di SPBU hingga memacetkan jalan. Yang kami minta bukan jawaban ataupun penjelasan, tetapi langkah konkret Pertamina mengatasi kejadian ini dan realita yang dihadapi masyarakat," kata Ketua DPRD Sulsel Rachmatika Dewi seusai bertemu Direksi Pertamina di Makassar, Rabu.
Rachmatika mengatakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah membentuk satuan tugas dengan melibatkan pemangku kepentingan terkait untuk menangani persoalan tersebut.
Namun, menurut dia, antrean dan dugaan kelangkaan BBM serta elpiji masih terjadi di masyarakat sehingga perlu penanganan dan pengawasan lebih lanjut dari Pertamina.
Baca Juga:Antrean Panjang BBM di SPBU Pulau Sulawesi Tak Wajar
Berdasarkan pantauan, antrean pembelian BBM bersubsidi maupun nonsubsidi terjadi di sejumlah SPBU di Sulsel. Kondisi tersebut disebut telah berlangsung selama sekitar dua bulan terakhir.
"Jaminan dari teman-teman Pertamina, stok untuk BBM dan LPG yang bersubsidi itu cenderung aman. Tetapi, yang perlu kita lakukan adalah bagaimana pengawasan stok ini bisa benar-benar tepat sasaran dan digunakan oleh orang-orang yang semestinya mendapat BBM dan elpiji subsidi ini," ujarnya.
Wakil Ketua DPRD Sulsel Sufriadi Arif turut menyoroti dugaan penyimpangan distribusi elpiji tiga kilogram bersubsidi yang dinilai dapat memicu kelangkaan dan kenaikan harga.
Ia mengatakan terdapat dugaan elpiji bersubsidi dari Sulsel dibawa ke daerah lain untuk dijual kembali dengan harga lebih tinggi.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, harga elpiji tiga kilogram di luar Sulsel disebut mencapai Rp50 ribu hingga Rp70 ribu per tabung. Sementara di Sulsel berkisar Rp22 ribu hingga Rp30 ribu.
Baca Juga:Antrean Truk Mengular dan Harga Gas Melonjak, Pertamina Harus Beri Penjelasan!
Harga tersebut berada di atas harga eceran tertinggi (HET) yang disebut sebesar Rp18.500 per tabung.
Karena itu, Pertamina diminta mengecek seluruh agen elpiji dan jalur distribusinya untuk memastikan tidak terjadi penyelewengan.
Pertemuan dengan Direksi PT Pertamina Patra Niaga tersebut menindaklanjuti hasil rapat dengar pendapat pada 18 Agustus 2026 terkait dugaan kelangkaan kebutuhan energi masyarakat di Sulsel.
Untuk memastikan ketersediaan BBM dan elpiji, anggota DPRD Sulsel bersama pihak Pertamina juga melakukan inspeksi mendadak di SPBU Jalan Andi Pangeran Pettarani, Makassar.
Dalam inspeksi itu, terpantau antrean sekitar seratus kendaraan sepeda motor dan puluhan mobil mengular hingga badan jalan dan menyebabkan kemacetan.
Sales Area Manager Retail Sulselbar PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Rainier Axel Siegfried Parlindungan Gultom mengatakan antrean yang terjadi selama sekitar dua bulan terakhir diduga dipengaruhi sejumlah faktor.