Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mulai menyiapkan fondasi baru bagi komoditas hortikultura berorientasi ekspor

Muhammad Yunus
Senin, 06 Juli 2026 | 20:30 WIB
Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Durian musang king. (Flickr/avlxyz)
Baca 10 detik
  • Pemprov Sulawesi Selatan mengembangkan 200 hektare kawasan durian premium jenis Musang King dan Black Thorn untuk target ekspor.
  • Pemerintah turut menyalurkan bantuan pengembangan 115 hektare lahan cabai guna mengendalikan inflasi melalui mekanisme verifikasi petani yang ketat.
  • Gubernur Sulawesi Selatan berhasil menjemput program bantuan pusat berupa benih, alat, dan mesin pertanian untuk meningkatkan produktivitas daerah.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan sebagian besar bantuan pertanian tahun ini merupakan hasil upaya pemerintah provinsi menjemput program dari pemerintah pusat di tengah terbatasnya ruang fiskal APBD.

Menurutnya, pemerintah sengaja aktif mengajukan berbagai kebutuhan pertanian ke Kementerian Pertanian agar lebih banyak bantuan dapat mengalir ke Sulawesi Selatan.

"Karena ruang fiskal daerah terbatas, kami menjemput bola ke kementerian. Alhamdulillah banyak bantuan yang berhasil dibawa ke Sulawesi Selatan," kata Andi.

Selain bibit hortikultura, Sulsel juga memperoleh bantuan benih padi untuk lahan seluas 142.920 hektare senilai Rp52,5 miliar dan benih jagung untuk 126.415 hektare senilai Rp104 miliar.

Baca Juga:Groundbreaking Irigasi di Luwu, Gubernur Sulsel: Mari Kawal Untuk Petani

Di sektor perkebunan, pemerintah mengalokasikan bantuan kakao untuk 8.000 hektare senilai Rp74,2 miliar.

Sementara di bidang alat dan mesin pertanian disalurkan 50 unit combine harvester senilai Rp21,5 miliar, 150 unit traktor roda empat senilai Rp57 miliar, 100 unit traktor roda dua senilai Rp3,7 miliar, 300 unit pompa air senilai Rp7,2 miliar, serta 50 unit hand sprayer.

Sudirman menegaskan pengembangan durian tidak dilakukan secara sembarangan. Pemerintah lebih memilih memperluas sentra yang selama ini telah terbukti cocok untuk budidaya durian dibanding membuka kawasan baru yang belum teruji.

"Kami mencari daerah yang memang cocok. Tidak semua wilayah kami berikan bibit. Kalau di situ sudah ada durian yang tumbuh baik, lahan di sekitarnya kami kembangkan. Jangan sampai masyarakat menunggu tiga tahun, tetapi tanaman tidak berbuah karena lahannya tidak sesuai," ujarnya.

Ia berharap pengembangan komoditas unggulan tersebut semakin memperkuat posisi Sulawesi Selatan sebagai salah satu penyangga ketahanan pangan nasional sekaligus menjadi daerah pemasok komoditas pertanian bernilai ekspor dari kawasan timur Indonesia.

Baca Juga:Pemprov Sulsel Mulai Preservasi Jalan Luwu-Toraja, Jadi Akses Utama RS Regional

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini