6 Kepala Sekolah di Makassar Mengaku Jadi Korban Jual Beli Jabatan

Gelombang pengaduan dugaan praktik jual beli jabatan kepala sekolah mulai bergulir ke DPRD Kota Makassar

Muhammad Yunus
Selasa, 30 Juni 2026 | 18:58 WIB
6 Kepala Sekolah di Makassar Mengaku Jadi Korban Jual Beli Jabatan
Komisi D DPRD Sulsel menemui Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin membahas aduan dugaan pungli di Dinas Pendidikan Makassar [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Lima hingga enam kepala sekolah melaporkan dugaan praktik jual beli jabatan di Dinas Pendidikan Kota Makassar ke DPRD setempat.
  • DPRD Makassar mendesak pemerintah menonaktifkan oknum pejabat terkait guna menjamin objektivitas pemeriksaan yang kini dilakukan oleh pihak Inspektorat.
  • Wali Kota Makassar memerintahkan investigasi menyeluruh atas laporan praktik senilai Rp50 juta yang mencuat melalui video di media sosial.

Dalam video tersebut disebutkan adanya permintaan sejumlah uang sebagai syarat untuk memperoleh jabatan kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Makassar.

Berdasarkan pengakuan sejumlah calon kepala sekolah, nilai uang yang diminta bahkan disebut mencapai Rp50 juta untuk satu jabatan.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin sudah memerintahkan Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap seluruh pihak yang namanya disebut.

"Saya sudah memerintahkan Inspektorat untuk memeriksa pihak-pihak yang terkait. Sementara berjalan," kata Munafri.

Baca Juga:Dugaan Jual Beli Jabatan Kepala Sekolah, Wali Kota Makassar: Semua Akan Dikonfrontasi

Ia memastikan seluruh pihak yang disebut dalam video maupun laporan masyarakat akan dimintai keterangan. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh agar fakta yang sebenarnya dapat terungkap.

"Semua akan dikonfrontasi, termasuk oknum kepala bidang, kepala seksi di bidang GTK Dinas Pendidikan maupun pihak-pihak lain yang disebut dalam informasi yang beredar," ujarnya.

Hingga kini proses pemeriksaan masih berlangsung. Pemerintah Kota Makassar belum menetapkan adanya pihak yang bersalah karena seluruh dugaan masih menunggu hasil investigasi Inspektorat.

Namun desakan agar pejabat yang disebut dalam berbagai laporan dinonaktifkan sementara terus menguat.

DPRD menilai langkah tersebut penting untuk menjaga objektivitas pemeriksaan sekaligus memulihkan kepercayaan publik terhadap tata kelola dunia pendidikan di Kota Makassar.

Baca Juga:BBPJN: Pembangunan Jembatan Barombong Bisa Menggunakan Diskresi Menteri PU

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini