Pengakuan Mengejutkan Mantan Inspektur: Basri Kajang Sebut Dirinya Kekasih Bupati Gowa

Sejumlah saksi dihadirkan untuk memberikan keterangan di hadapan anggota pansus

Muhammad Yunus
Selasa, 23 Juni 2026 | 15:07 WIB
Pengakuan Mengejutkan Mantan Inspektur: Basri Kajang Sebut Dirinya Kekasih Bupati Gowa
Basri Kajang, konsultan politik yang disebut-sebut dalam sidang Pansus DPRD Gowa [SuaraSulsel.id/Facebook Basri Kajang]
Baca 10 detik
  • Pansus DPRD Gowa mengungkap pencabutan sepihak beasiswa doktoral diduga akibat masalah pribadi bupati terhadap saksi Rezqila.
  • Proyek pengadaan seragam sekolah senilai Rp16 miliar di Gowa diduga melibatkan pihak luar untuk mengatur harga barang.
  • Mantan Inspektur daerah memberikan kesaksian mengenai pengakuan hubungan asmara antara Bupati Gowa dengan konsultan politik Muhammad Basri.

SuaraSulsel.id - Sidang Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Kabupaten Gowa terus mengungkap berbagai fakta yang mengejutkan.

Tak hanya menyoroti dugaan penyimpangan dalam pengadaan seragam sekolah gratis, rapat yang digelar dalam beberapa pekan terakhir juga membahas pencabutan bantuan beasiswa doktoral secara sepihak hingga dugaan hubungan pribadi antara Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, dengan mantan konsultan politiknya, Muhammad Basri atau yang dikenal dengan nama Basri Kajang.

Sejumlah saksi dihadirkan untuk memberikan keterangan di hadapan anggota pansus. Dari kesaksian itulah satu per satu fakta yang sebelumnya hanya menjadi perbincangan publik mulai terungkap ke ruang sidang.

1. Beasiswa Doktoral Dicabut, Saksi Sebut Dipicu Kecemburuan Asmara

Baca Juga:Hak Angket Bupati Gowa Memanas, DPRD dan Pansus Digugat ke Pengadilan

Salah satu temuan yang menyita perhatian pansus adalah pencabutan bantuan beasiswa doktoral terhadap seorang mahasiswi bernama Rezqila.

Padahal saat itu, penerima beasiswa disebut sudah berada di tahap akhir pendidikan dan bersiap menghadapi ujian doktoralnya.

Dalam rapat pansus, Rezqila mengaku tidak pernah menerima penjelasan resmi mengenai alasan penghentian bantuan tersebut.

Ia baru mengetahui penyebabnya setelah mendatangi Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa untuk meminta klarifikasi.

Anggota Pansus DPRD Gowa, Dian Purnamasari awalnya mempertanyakan alasan pencabutan bantuan tersebut mengingat Rezqila diketahui pernah menjadi bagian dari tim pemenangan Husniah Talenrang pada Pilkada Gowa.

Baca Juga:Bupati Gowa Digoyang Hak Angket Dugaan Perselingkuhan, Bisakah Berujung Pemakzulan?

Menjawab pertanyaan itu, Rezqila membeberkan kronologi yang menurutnya menjadi awal persoalan.

Ia mengaku pernah bermain bulutangkis di lapangan rumah jabatan bupati yang terbuka untuk umum.

Pada suatu kesempatan, ia datang bersama seorang teman perempuan. Temannya kemudian berkenalan dengan salah seorang staf rumah jabatan sebelum akhirnya berkomunikasi dengan Muhammad Basri Kajang.

Menurut Rezqila, hubungan komunikasi antara temannya dan Basri Kajang kemudian semakin intens hingga beberapa kali bertemu.

Belakangan, ia mengaku mendapat informasi bahwa Bupati Gowa marah kepadanya karena dianggap sebagai pihak yang mempertemukan teman perempuannya dengan Basri Kajang.

"Saya tahu waktu saya tanyakan ke Dinas Pendidikan kenapa beasiswaku dicabut. Saat itu saya diberi tahu bahwa bupati marah kepada saya karena dianggap yang memperkenalkan teman saya dengan Muhammad Basri," ungkap Rezqila.

Setelah mendengar keterangan saksi, sejumlah anggota pansus menilai pencabutan bantuan beasiswa tersebut tidak didasarkan pada alasan administratif maupun pelanggaran aturan penerima bantuan.

"Kalau melihat keterangan yang disampaikan saksi, pencabutan beasiswa ini diduga lebih didasarkan pada kepentingan pribadi dibanding alasan administratif. Ini tentu sangat disayangkan," kata anggota Pansus DPRD Gowa, Ramli Rewa.

2. Pengadaan Seragam Gratis Rp16 Miliar, Nama 'Orang Bupati' Muncul di Sidang

Selain persoalan beasiswa, pansus juga mendalami proyek pengadaan seragam sekolah gratis senilai Rp16 miliar yang dikelola Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa.

Program tersebut mencakup pengadaan sekitar 20 ribu lembar seragam sekolah untuk siswa.

Dalam rapat pansus, sejumlah saksi mengungkap adanya dugaan keterlibatan pihak di luar struktur resmi pemerintahan dalam proses pengadaan barang.

Ketua Pansus DPRD Gowa, Kasim Sila mengatakan dari hasil pendalaman sementara muncul dua nama berinisial SA dan MBK atau Muhammad Basri yang disebut-sebut berperan dalam proses penawaran hingga pelaksanaan pengadaan.

Dari keterangan saksi, SA diduga melakukan pembicaraan harga dengan penyedia barang. Sementara anggaran yang disiapkan pemerintah mencapai Rp16 miliar.

Sales Marketing PT Urban Ritel Internasional, Ika mengaku perusahaannya sejak awal diminta menawarkan produk dengan harga serendah mungkin.

"Awalnya kami dihubungi untuk penawaran dan barang yang disepakati adalah barang dengan harga paling murah sesuai permintaan dari Pak SA," katanya saat memberikan keterangan.

Pansus juga menyoroti dugaan adanya kesepakatan harga yang terjadi sebelum proses pengadaan berjalan secara resmi.

Temuan lain yang menjadi perhatian muncul dari kesaksian Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Taufiq Mursad.

Dalam rapat, Taufiq mengaku pernah dipanggil oleh Bupati Gowa setelah anggaran program tersebut ditetapkan.

"Setelah penetapan anggaran saya dipanggil menghadap oleh bupati dan beliau bilang, 'oke jalankan dan nanti ada orangku yang kerjakan'," ujar Taufiq di hadapan anggota pansus.

Keterangan itu kemudian menjadi salah satu materi yang didalami lebih lanjut oleh pansus untuk mengetahui sejauh mana keterlibatan pihak luar dalam proyek tersebut.

3. Mantan Inspektur Sebut Basri Kajang Pernah Mengaku Berpacaran dengan Bupati

Temuan lain yang turut mencuat dalam sidang pansus adalah kesaksian mantan Kepala Inspektorat Daerah Kabupaten Gowa, Muh Agus Salim Harahap.

Dalam keterangannya, Agus Salim mengaku pernah mendengar langsung pengakuan dari Muhammad Basri terkait hubungan pribadinya dengan Bupati Gowa.

Hal itu bermula ketika Wakil Ketua Pansus DPRD Gowa, Asrul Makkarausu menyinggung keterangan Agus Salim dalam rapat sebelumnya mengenai permintaan pemberian sepeda motor kepada bupati yang disebut berasal dari Basri Kajang.

Asrul kemudian mempertanyakan hubungan antara Basri Kajang dan Husniah Talenrang yang melatarbelakangi pemberian tersebut.

Menjawab pertanyaan itu, Agus Salim menyatakan bahwa dirinya pernah mendapat penjelasan langsung dari Basri Kajang.

"Saya disampaikan oleh Basri Kajang. Dia sendiri yang menyampaikan bahwa mereka sepasang kekasih," ujar Agus Salim di hadapan anggota pansus.

Menurut Agus Salim, ia berani menyampaikan pernyataan tersebut karena informasi itu didapat langsung dari Basri Kajang dan bukan dari pihak lain.

Kesaksian tersebut kemudian menjadi salah satu bagian yang dicatat pansus dalam rangkaian pendalaman hak angket yang masih terus berlangsung.

Hingga kini, Pansus Hak Angket DPRD Gowa masih mengumpulkan keterangan saksi dan dokumen pendukung sebelum merumuskan kesimpulan serta rekomendasi resmi terhadap berbagai persoalan yang mereka dalami.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini