Kalau Nanti Di-bully Lagi Bagaimana? Tidak Akan Ada Mau Berteman dengan Saya

Kalimat itu berulang kali terucap dari bibir Karmila. Ketika ibunya mengajaknya mendaftar ke Sekolah Rakyat.

Muhammad Yunus
Jum'at, 07 Agustus 2026 | 13:32 WIB
Kalau Nanti Di-bully Lagi Bagaimana? Tidak Akan Ada Mau Berteman dengan Saya
Karmila, siswi penyandang disabilitas di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulawesi Selatan bertemua dengan Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]
Baca 10 detik
  • Karmila, remaja disabilitas asal Jeneponto, mengatasi trauma perundungan setelah mendaftar di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulawesi Selatan.
  • Pada 7 Agustus 2026, ia berbincang dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan menyanyikan lagu di hadapan para pejabat.
  • Sekolah inklusif tersebut memberikan pendampingan khusus sehingga Karmila kini kembali percaya diri dan bercita-cita menjadi dokter.

SuaraSulsel.id - "Kalau nanti di-bully lagi bagaimana?"

Kalimat itu berulang kali terucap dari bibir Karmila. Ketika ibunya mengajaknya mendaftar ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Sulawesi Selatan di Pajjaiang, kota Makassar.

Pengalaman pahit sebagai korban perundungan sejak kecil membuat gadis 15 tahun asal Kabupaten Jeneponto itu sulit percaya bahwa masih ada tempat yang bisa menerimanya apa adanya.

Karmila lahir dengan kondisi congenital talipes equinovarus atau kaki pengkor.

Baca Juga:Jalan Hertasning Nyaris Rampung! Ini Update Terbaru Proyek Jalan Rp2,5 Triliun di Sulsel

Kondisi itu membuatnya harus menjalani berbagai keterbatasan sejak kecil.

Dua pekan lalu kaki kanannya baru saja menjalani operasi sehingga kini ia masih menggunakan kursi roda untuk beraktivitas.

Namun, keterbatasan fisik itu tak lagi menghalangi semangatnya mengejar cita-cita.

Di lingkungan Sekolah Rakyat, Karmila justru menemukan sesuatu yang lama hilang dari hidupnya. Ya, rasa percaya diri.

Jumat, 7 Agustus 2026, Karmila mendapat kesempatan berbincang langsung dengan Menteri Sosial, Saifullah Yusuf saat meninjau SRT 3 Sulawesi Selatan.

Baca Juga:Darurat Sampah Makassar, Wali Kota Appi Pastikan Proyek PSEL Tetap Jalan Meski Ada Penolakan

Dengan suara pelan namun penuh keyakinan, ia menceritakan perjalanan hidupnya yang tidak mudah.

Karmila merupakan putri pasangan Kamarauddin dan Sarefah, petani sederhana di Jeneponto.

Sebelum masuk Sekolah Rakyat, ia bersekolah di madrasah tsanawiyah. Keterbatasan ekonomi keluarga membuat pendidikannya terancam terhenti.

Harapan itu datang ketika pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) mengusulkan agar Karmila melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat.

Awalnya, ia menolak keras.

"Awal ke sini berat sekali. Saya tidak mau. Saya bilang nanti dibully lagi, tidak akan ada yang mau berteman dengan saya," kenangnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini