- Mobil minibus yang dikemudikan seorang perwira polisi menabrak sepeda motor di Kota Watampone pada Rabu, 5 Agustus.
- Kecelakaan tersebut mengakibatkan seorang balita berusia empat tahun meninggal dunia setelah sempat dirawat di RSUD Tenriawaru.
- Kasus ini ditangani Satlantas dan Seksi Propam Polres Bone dengan dugaan awal rem mobil mengalami gangguan fungsi.
SuaraSulsel.id - Sebuah kecelakaan maut yang melibatkan mobil minibus dan sepeda motor terjadi di pusat Kota Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Insiden yang diduga dipicu gangguan pada sistem pengereman mobil tersebut merenggut nyawa seorang balita berusia empat tahun.
Peristiwa itu terjadi di perempatan Jalan Ahmad Yani dan Jalan Besse Kajuara, Kelurahan Watampone, Kecamatan Tanete Riattang, Rabu, 5 Agustus 202
Balita tersebut saat itu tengah dibonceng keluarganya menggunakan sepeda motor ketika ditabrak dari belakang oleh sebuah mobil minibus yang dikemudikan seorang perwira Polres Bone berinisial Ipda MA (49).
Baca Juga:Pegawai PPPK Korban Ketua DPRD Bone Dibujuk 3 Hari 3 Malam
Kasat Lantas Polres Bone, AKP Riyanda Putra Utama membenarkan peristiwa tersebut.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, mobil yang dikendarai anggota polisi itu diduga mengalami gangguan pada sistem pengereman atau rem blong sebelum kecelakaan terjadi.
"Dari hasil olah tempat kejadian perkara dan keterangan para saksi, dugaan sementara kendaraan mengalami gangguan pada sistem pengereman. Namun penyebab pasti kecelakaan masih kami dalami melalui proses penyelidikan," kata Riyanda, Kamis, 6 Agustus 2026.
Berdasarkan hasil olah TKP, kecelakaan bermula ketika sepeda motor yang dikendarai MS (19) berhenti di persimpangan jalan karena hendak melintas ke arah perempatan.
Di atas sepeda motor itu, MS membonceng Herniati (45) dan balita GN (4). Saat kendaraan berhenti, dari arah belakang datang mobil minibus yang dikemudikan Ipda MA hingga menabrak bagian belakang sepeda motor.
Baca Juga:Dugaan Asusila Guru SD di Patimpeng Bone Disorot, SEMMI: Tolak Damai !
Benturan keras membuat balita GN mengalami sejumlah luka serius, mulai dari lecet di alis kanan, luka di pinggang kiri, punggung, hingga benturan pada bagian belakang kepala.
Korban sempat dievakuasi dan mendapatkan perawatan intensif di RSUD Tenriawaru Watampone. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
"Korban balita sempat dilarikan ke rumah sakit, namun akhirnya meninggal dunia," ujar Riyanda.
Sementara itu, pengendara sepeda motor MS, penumpangnya Herniati, maupun pengemudi mobil tidak mengalami luka dalam peristiwa tersebut.
Usai insiden terjadi, Ipda MA langsung mendatangi Mapolres Bone dan menyerahkan diri untuk menjalani pemeriksaan.
Karena salah satu pihak yang terlibat merupakan anggota Polri, penanganan kasus dilakukan tidak hanya oleh penyidik Satlantas, tetapi juga berkoordinasi dengan Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Bone.