- Ratusan mahasiswa dan pemuda akan menggelar aksi unjuk rasa di Kota Makassar pada 15 Juni 2026 mendatang.
- Massa menuntut evaluasi kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran terkait isu ekonomi, program makan bergizi, serta revisi Undang-Undang TNI/Polri.
- Polrestabes Makassar menyiagakan personel pengamanan di titik strategis guna mengantisipasi kepadatan lalu lintas selama berlangsungnya aksi demonstrasi tersebut.
Meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja (PHK), melemahnya nilai tukar rupiah, hingga naiknya biaya hidup disebut menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius pemerintah.
"Masyarakat semakin sulit. PHK terjadi di berbagai tempat. Rupiah yang melemah juga berdampak pada banyak sektor. Ini yang menjadi kegelisahan kami sehingga perlu ada evaluasi terhadap kebijakan pemerintah," ujar Syarif, pengurus HMI UMI.
Aksi yang akan berlangsung di sejumlah titik tersebut diperkirakan berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas, terutama di kawasan Fly Over dan sejumlah ruas jalan protokol di Kota Makassar.
Polrestabes Makassar pun telah menyiapkan langkah pengamanan untuk mengantisipasi gangguan keamanan maupun kemacetan selama aksi berlangsung.
Baca Juga:Kisah Tragis Pekerja Dapur MBG di Makassar, Tewas di Tangan Suami
Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Wahiduddin membenarkan adanya pemberitahuan terkait rencana demonstrasi tersebut.
Menurutnya, ratusan personel kepolisian telah disiagakan untuk melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di lokasi aksi.
"Kami sudah menyiapkan personel untuk melakukan pengamanan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum. Pengamanan dilakukan agar aksi berjalan aman dan tertib," katanya saat dikonfirmasi.
Wahiduddin juga mengimbau masyarakat yang akan beraktivitas di sekitar lokasi demonstrasi untuk mengantisipasi potensi kemacetan. Terutama di Jalan AP Pettarani dan Urip Sumoharjo.
Ia menyarankan warga mencari jalur alternatif guna menghindari penumpukan kendaraan di titik-titik yang menjadi lokasi aksi.
Baca Juga:Penjelasan Unhas Terkait 28 Mahasiswa Disebut Diskor Karena Kritik Program MBG
"Kami mengimbau masyarakat yang akan melintas di sekitar lokasi demonstrasi Pettarani-Urip agar mencari jalur alternatif karena berpotensi terjadi kepadatan kendaraan," ujarnya.
Aksi mahasiswa di Makassar ini menjadi salah satu rangkaian gelombang kritik yang belakangan muncul di berbagai daerah terhadap sejumlah kebijakan pemerintah pusat.
Selain isu ekonomi, mahasiswa juga menyoroti arah kebijakan politik dan program-program strategis yang dinilai perlu dievaluasi.
Sejumlah mahasiswa di daerah lain sudah lebih dulu menggelar demo. Aksi lanjutan akan kembali dilakukan hari ini.
Dengan membawa berbagai tuntutan tersebut, massa mahasiswa berharap suara yang mereka sampaikan dapat menjadi perhatian pemerintah untuk melakukan pembenahan terhadap kebijakan yang dianggap belum berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing