- Manajemen PSM Makassar resmi mencapai kesepakatan dengan pelatih baru untuk menghadapi musim kompetisi 2026/2027 mendatang.
- Sosok yang kuat dirumorkan kembali menangani tim di Makassar adalah pelatih asal Bosnia-Herzegovina, Darije Kalezic.
- Pelatih baru tersebut akan menghadapi tantangan besar karena PSM Makassar sedang dijatuhi sanksi larangan transfer FIFA.
SuaraSulsel.id - Manajemen PSM Makassar dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan pelatih anyar untuk menghadapi musim 2026/2027.
Nama yang menguat dan disebut sudah berada di Makassar adalah Darije Kalezic, pelatih yang pernah menghadirkan salah satu momen paling bersejarah dalam perjalanan klub berjuluk Juku Eja tersebut.
Informasi mengenai tercapainya kesepakatan dengan pelatih baru dikonfirmasi pihak internal klub pada Rabu, 3 Juni 2026.
Media Officer PSM Makassar, Sulaiman Abdul Karim mengakui proses perekrutan pelatih berjalan cepat dan telah mencapai titik temu.
Baca Juga:Yuran Fernandes Pergi, Sanksi FIFA Bikin PSM Makassar Kian Rumit
Namun, ia masih enggan mengungkap identitas sang juru taktik sebelum pengumuman resmi dilakukan manajemen.
"Alhamdulillah sudah deal dengan pelatih baru. Tapi saya belum bisa ungkap siapa pelatih baru PSM. Tunggu saja pengumuman resmi dari klub," kata Sulaiman.
Meski belum diumumkan secara resmi, berbagai informasi yang beredar mengarah pada satu nama, yakni Darije Kalezic.
Pelatih berusia 56 tahun berkebangsaan Bosnia-Herzegovina dan Belanda itu sempat mengunggah di media sosialnya sedang berada di Kota Makassar.
Bagi publik sepak bola Sulawesi Selatan, nama Darije tentu bukan sosok asing.
Baca Juga:Diserang Usai Bungkam PSM Makassar, Begini Kondisi Terkini Skuad Persib Bandung
Ia pernah menukangi PSM Makassar pada 2019 setelah ditunjuk menggantikan Robert Rene Alberts yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.
Meski masa kerjanya bersama Juku Eja relatif singkat, Darije meninggalkan kenangan yang sulit dilupakan.
Pelatih kelahiran Swiss itu berhasil membawa PSM menjuarai Piala Indonesia 2018/2019.
Gelar tersebut terasa sangat spesial karena mengakhiri penantian panjang selama 19 tahun tanpa trofi juara di level nasional.
Kesuksesan itu membuat nama Darije tetap memiliki tempat tersendiri di hati suporter PSM hingga saat ini.
Kembangkan Pemain Muda
Kembalinya Darije dinilai bukan semata-mata keputusan bernuansa nostalgia.
Manajemen disebut melihat pengalaman dan karakter kepelatihan sang pelatih sebagai sosok yang cocok dengan kondisi PSM saat ini.
Selama berkarier, Darije dikenal sebagai pelatih yang gemar memberi kesempatan kepada pemain muda berkembang.
Pengalaman panjangnya di Belanda membuatnya terbiasa bekerja dengan talenta-talenta muda dan membangun tim dengan fondasi pemain lokal.
Karakter tersebut dianggap selaras dengan filosofi PSM yang selama ini banyak mengandalkan pemain asal Sulawesi Selatan dan akademi klub.
Dari sisi taktik, Darije dikenal menyukai permainan modern dengan organisasi pertahanan yang rapi serta transisi menyerang yang cepat. Formasi 4-2-3-1 menjadi salah satu skema favoritnya.
Gaya bermain tersebut menuntut kedisiplinan tinggi, kerja kolektif, serta kondisi fisik prima dari para pemain.
Selain pernah menangani PSM, Darije juga memiliki pengalaman melatih di sejumlah klub Eropa dan Asia. Beberapa klub yang pernah ditanganinya antara lain De Graafschap, Roda JC, ADO Den Haag, Wellington Phoenix hingga FK TSC Baka Topola di Liga Serbia.
Pengalaman panjang itu menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan besar yang menanti di Makassar.
Datang Saat PSM Kesulitan
Jika benar kembali menangani PSM, Darije tidak datang dalam situasi yang ideal.
Pasukan Ramang baru saja menuntaskan musim Super League 2025/2026 dengan hasil yang jauh dari harapan.
Performa tim sepanjang musim dinilai tidak konsisten sehingga gagal bersaing di papan atas klasemen.
Di luar lapangan, situasi yang dihadapi PSM bahkan lebih rumit.
Klub kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan itu kembali masuk dalam daftar klub yang dijatuhi sanksi FIFA. Berdasarkan data yang tercantum di laman resmi FIFA, sanksi tersebut mulai berlaku pada 22 Mei 2026.
Sanksi itu berkaitan dengan persoalan tunggakan kewajiban kepada pemain dan berdampak serius terhadap persiapan tim menghadapi musim baru.
PSM terancam tidak bisa melakukan aktivitas transfer pemain selama tiga periode. Kondisi tersebut tentu menyulitkan manajemen dalam melakukan perombakan skuad maupun memperkuat tim dengan pemain baru.
Tidak hanya itu, proses perpanjangan kontrak sejumlah pemain juga berpotensi terganggu apabila masalah yang menjadi dasar sanksi belum diselesaikan.
Hingga saat ini, manajemen PSM belum memberikan penjelasan resmi terkait sanksi tersebut.
Media Officer PSM Makassar, Sulaiman Karim, maupun Manajer PSM, Nur Fajrin juga belum memberikan tanggapan.
Yang jelas, ini bukan kali pertama PSM berurusan dengan sanksi FIFA musim ini. Klub berjuluk Juku Eja itu tercatat sudah beberapa kali masuk daftar hukuman FIFA sepanjang musim 2025/2026.
Situasi tersebut membuat pekerjaan Darije Kalezic, jika resmi diumumkan sebagai pelatih kepala, tidak akan mudah.
Ia bukan hanya dituntut mengembalikan performa tim di lapangan, tetapi juga harus membawa PSM tetap kompetitif di tengah keterbatasan yang ada.
Namun, pecinta Juku Eja tentu berharap kisah lama bisa terulang. Sebab, terakhir kali Darije datang ke Kota Daeng, ia pulang dengan membawa trofi juara.
Kini, tujuh tahun kemudian, ia berpeluang kembali memulai babak baru bersama Pasukan Ramang.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing