- Diska, bocah tujuh tahun, berhasil selamat setelah terombang-ambing selama empat hari di perairan Sangeang, Nusa Tenggara Barat.
- KM Nurul Salsa tenggelam pada 15 Juli 2026 di perairan Pulau Polassi setelah mengalami kerusakan mesin kapal.
- Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap 18 penumpang lain di tengah kondisi cuaca ekstrem laut.
SuaraSulsel.id - Empat hari empat malam bukanlah waktu yang singkat. Terlebih bagi seorang anak berusia tujuh tahun yang terombang-ambing di tengah laut tanpa makanan.
Namun, Diska berhasil melewati semuanya.
Bocah perempuan itu ditemukan hidup di perairan Sangeang, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) setelah menjadi korban tenggelamnya KM Nurul Salsa.
Di balik penyelamatannya, tersimpan kisah pilu yang membuat banyak orang menitikkan air mata.
Baca Juga:IKA Perikanan Unhas: Nelayan Harus Dilibatkan Sistematis dalam Penyelamatan Laut
Awalnya perjalanan Diska sebenarnya begitu sederhana.
Ia hendak menuju Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar bersama kedua orang tuanya menggunakan KM Nurul Salsa.
Sayangnya, pelayaran yang dimulai pada Rabu,15 Juli 2026 itu berubah menjadi mimpi buruk ketika kapal mengalami mati mesin di perairan barat Pulau Polassi sebelum akhirnya karam.
Kepanikan menyelimuti seluruh penumpang.
Dalam situasi kacau itu Diska terpaksa terpisah dari sang ayah.
Baca Juga:Dua Korban KM Nurul Salsa Ditemukan Selamat di Pulau Balaloho
Ia hanya sempat bertahan bersama ibunya dengan berpegangan pada sebuah rompong nelayan yang hanyut terbawa arus.
Rompong itulah yang menjadi satu-satunya tempat mereka menggantungkan hidup di tengah lautan lepas.
Hari pertama menjadi awal ujian terberat bagi Diska.
Sang ibu yang terus berusaha melindunginya tak lagi mampu bertahan. Ia meninggal setelah berjam-jam dihantam ombak dan cuaca buruk.
Diska masih berada di sisi ibunya.
Ia tetap bertahan di atas rompong bersama beberapa korban lainnya, seolah berharap ibunya akan kembali membuka mata.