Andi Angga Kirim Kode Zona Kuning ke Ibu Sebelum Ditangkap Tentara Israel

Relawan Rumah Zakat asal Makassar yang dilaporkan ditangkap pasukan Israel saat mengikuti misi kemanusiaan

Muhammad Yunus
Rabu, 20 Mei 2026 | 06:57 WIB
Andi Angga Kirim Kode Zona Kuning ke Ibu Sebelum Ditangkap Tentara Israel
Sutrawati Kaharuddin menceritakan komunikasi terakhirnya dengan putranya, Andi Angga Prasadewa, relawan Rumah Zakat yang ditangkap Israel [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]
Baca 10 detik
  • Relawan Rumah Zakat asal Makassar, Andi Angga Prasadewa, dilaporkan ditangkap pasukan Israel saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
  • Penangkapan terjadi di perairan dekat Siprus pada 18 Mei 2026 terhadap sembilan WNI yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla.
  • Keluarga dan pihak Rumah Zakat mendesak pemerintah Indonesia untuk segera membantu membebaskan para relawan yang ditahan pasukan Israel.

"Sebagai seorang ibu, apa yang dilakukan Angga sangat amat mulia," ucapnya lirih.

Andi Angga Prasadewa diketahui menjadi salah satu dari sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang dilaporkan ditangkap pasukan Israel di perairan dekat Siprus, Mediterania Timur.

Mereka merupakan bagian dari armada Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0, konvoi internasional yang membawa bantuan kemanusiaan menuju Jalur Gaza.

Misi tersebut digagas sebagai bentuk solidaritas internasional terhadap warga Palestina yang hingga kini masih menghadapi blokade dan krisis kemanusiaan berkepanjangan.

Baca Juga:Sosok Relawan Asal Makassar yang Ditangkap Pasukan Israel

Kabar penangkapan para relawan mencuat setelah beredar video yang direkam Angga sebelum insiden terjadi. Video itu kemudian diunggah melalui akun media sosial Rumah Zakat.

Dalam rekaman tersebut, Angga meminta pemerintah Indonesia mengambil langkah hukum jika dirinya benar-benar ditangkap.

Berdasarkan informasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Angga merupakan delegasi GPCI bersama Rumah Zakat dan berada di kapal Josef saat insiden terjadi.

Area Manager Rumah Zakat Indonesia Timur, Amir mengatakan komunikasi terakhir dengan Angga dilakukan pada Senin, sekitar pukul 15.00 wita.

Saat itu, Angga sempat menceritakan bahwa kapal yang mereka tumpangi merasa diawasi kapal patroli asing sejak malam sebelumnya.

Baca Juga:Investasi Panas Bumi Rp1,5 Triliun di Luwu Utara Diduga Terafiliasi Israel, Siapa Beri Izin?

"Angga sempat menyampaikan kalau mereka merasa ada kapal patroli yang mengikuti, tetapi tidak terdeteksi radar kapal," ujar Amir.

Meski demikian, saat komunikasi terakhir berlangsung, kondisi Angga disebut masih baik-baik saja. Ia bahkan sempat bercerita menjadi asisten nahkoda selama perjalanan.

Namun setelahnya komunikasi mendadak terputus.

"Dia sebelumnya juga sudah menyampaikan kalau pesan sudah centang satu dan tidak bisa dihubungi berarti ada sesuatu yang terjadi," katanya.

Amir menjelaskan misi kemanusiaan tersebut sebenarnya telah dikoordinasikan dengan sejumlah pihak di Indonesia, termasuk DPR RI, Kementerian Luar Negeri, hingga Kedutaan Besar Republik Indonesia di negara tujuan.

Para relawan yang ikut juga disebut telah melalui proses seleksi dan pembekalan sebelum keberangkatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini