- Seorang pelajar di Kabupaten Luwu ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan.
- Kepolisian mengungkap bahwa korban diduga dibunuh oleh temannya sendiri.
- Motif pembunuhan disebut dipicu rasa sakit hati pelaku terhadap ucapan korban.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga pembunuhan dipicu rasa sakit hati pelaku terhadap korban.
Korban disebut beberapa kali melontarkan ucapan yang membuat pelaku tersinggung, terutama berkaitan dengan ibu kandung pelaku.
"Korban sering mengatakan kepada pelaku, suruh mamamu cerai sama bapak tirimu, biar saya yang nikahi mamamu. Ucapan itu membuat pelaku sakit hati," ungkap Fahrul.
Polisi menduga rasa sakit hati tersebut terus terpendam hingga akhirnya memicu aksi kekerasan yang berujung maut.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku diduga mengajak korban bertemu di sebuah kebun durian di Desa Batu. Pertemuan itulah yang kemudian diduga menjadi lokasi terjadinya aksi pembunuhan.
Usai menghabisi korban, pelaku diduga meninggalkan jasad korban di lokasi kebun hingga akhirnya ditemukan warga beberapa hari kemudian dalam kondisi membusuk.
Meski demikian, polisi belum membeberkan secara rinci cara pelaku menghabisi korban maupun barang bukti yang digunakan dalam aksi tersebut. Penyidik saat ini masih melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi lengkap kejadian.
Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya faktor lain yang memicu pertikaian antara korban dan pelaku sebelum kejadian berlangsung.
"Kami masih melakukan pendalaman terkait motif dan kronologi kejadian guna melengkapi proses penyidikan," jelas Fahrul.
Jenazah korban sendiri telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan setelah proses visum selesai dilakukan di RSUD Siwa.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing