- Tokoh politik Maluku Tenggara, Nus Kei, tewas setelah diserang menggunakan senjata tajam di Bandara Karel Sadsuitubun pada siang hari.
- Korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka yang serius.
- Aparat kepolisian berhasil menangkap dua terduga pelaku berinisial HR dan FU dalam waktu kurang dari dua jam pascakejadian.
Polisi masih mendalami motif di balik penikaman Nus Kei. “Untuk motif, sementara masih dilakukan pendalaman oleh penyidik,” tegas Rositah.
Penyidik juga mendalami apakah ada hubungan antara pelaku dan korban serta kemungkinan adanya perencanaan sebelumnya.
Polda Maluku menegaskan bahwa kasus penikaman Nus Kei akan ditangani secara profesional dan transparan. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi.
“Kami mengimbau untuk tidak melakukan aksi balasan yang dapat memperkeruh situasi. Percayakan penanganan kasus ini kepada Polri.”
Baca Juga:Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara, DPD I Maluku Desak Usut Tuntas
Hingga saat ini, situasi di Maluku Tenggara dilaporkan tetap aman dan kondusif.
Kasus penikaman Nus Kei bukan hanya soal kriminal biasa. Lokasi kejadian di bandara serta status korban sebagai tokoh politik membuat peristiwa ini menyita perhatian luas.
Dengan pelaku yang sudah ditangkap dalam waktu singkat, publik kini menunggu satu hal yang paling krusial: apa sebenarnya motif di balik penikaman Nus Kei? Selama jawaban itu belum terungkap, kasus ini akan terus menjadi perhatian dan perbincangan publik.