- Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan melaporkan 1.304 suspek campak dengan 169 kasus terkonfirmasi positif di berbagai wilayah provinsi tersebut.
- Empat daerah yaitu Wajo, Sinjai, Luwu, dan Makassar telah resmi ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa penyakit campak.
- Pemerintah menanggulangi penyebaran virus melalui penyediaan layanan imunisasi gratis serta mengintensifkan skrining kesehatan hingga ke tingkat dusun.
Beberapa kebiasaan yang dapat menurunkan daya tahan tubuh antara lain kurang tidur, jarang minum air putih, dan pola makan tidak teratur.
Kondisi ini membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi virus.
7. Penularan Terjadi Melalui Droplet
Virus campak menyebar melalui percikan droplet ketika penderita batuk atau bersin.
Baca Juga:Bukan Cuma Anak-anak, Orang Dewasa Ternyata Bisa Kena Campak! Ini Penyebab Utamanya
Karena itu, penularannya bisa terjadi dengan sangat cepat, terutama di lingkungan yang padat.
8. Anak yang Belum Imunisasi Paling Rentan
Anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi campak tidak memiliki kekebalan terhadap virus.
Akibatnya, ketika virus masuk ke tubuh, sistem imun tidak mampu melawan infeksi secara optimal.
9. Bulukumba Catat 378 Kasus Suspek
Baca Juga:800 Orang Tewas! Ini 10 Fakta Mengejutkan Laka Lantas di Sulsel
Di Kabupaten Bulukumba sendiri tercatat 378 kasus suspek campak. Namun belum semuanya dipastikan karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
10. Puluhan Kasus Sudah Dinyatakan Positif
Dari hasil pemeriksaan laboratorium yang telah keluar 37 sampel dinyatakan positif. 9 sampel negatif, dan sisanya masih menunggu hasil pemeriksaan
11. Imunisasi Gratis Disiapkan di Puskesmas
Untuk menekan penyebaran, pemerintah menyediakan imunisasi campak secara gratis di seluruh puskesmas.
Program imunisasi tambahan juga dilakukan melalui outbreak response immunization di wilayah terdampak.