12 Fakta Penting KLB Campak di Sulsel: 1.304 Kasus, Empat Daerah Berstatus Darurat

Dinas Kesehatan mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan

Muhammad Yunus
Selasa, 14 April 2026 | 14:00 WIB
12 Fakta Penting KLB Campak di Sulsel: 1.304 Kasus, Empat Daerah Berstatus Darurat
Ilustrasi: vaksin campak [Suara.com/ANTARA FOTO]
Baca 10 detik
  • Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan melaporkan 1.304 suspek campak dengan 169 kasus terkonfirmasi positif di berbagai wilayah provinsi tersebut.
  • Empat daerah yaitu Wajo, Sinjai, Luwu, dan Makassar telah resmi ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa penyakit campak.
  • Pemerintah menanggulangi penyebaran virus melalui penyediaan layanan imunisasi gratis serta mengintensifkan skrining kesehatan hingga ke tingkat dusun.

SuaraSulsel.id - Kasus campak di Sulawesi Selatan kembali menjadi perhatian serius. Dinas Kesehatan mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan karena penyebaran penyakit menular ini terus meningkat di sejumlah daerah.

Data terbaru menunjukkan ribuan kasus suspek campak telah ditemukan, bahkan beberapa wilayah sudah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Berikut 12 fakta penting terkait peningkatan kasus campak di Sulsel yang perlu diketahui masyarakat.

1. Kasus Suspek Campak di Sulsel Tembus 1.304

Secara keseluruhan, jumlah suspek campak di Sulawesi Selatan mencapai sekitar 1.304 kasus.

Baca Juga:Bukan Cuma Anak-anak, Orang Dewasa Ternyata Bisa Kena Campak! Ini Penyebab Utamanya

Dari jumlah tersebut, 169 kasus telah terkonfirmasi positif berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.

2. Empat Daerah Resmi Berstatus KLB

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel dr. Evi Mustikawati Arifin menyebutkan ada empat daerah yang telah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), yaitu Wajo, Sinjai, Luwu, dan Makassar.

3. Tiga Daerah Lain Mulai Mencatat Kasus

Selain wilayah KLB, beberapa daerah lain juga mulai mencatat peningkatan kasus campak, yakni Bulukumba, Jeneponto, dan Luwu Timur

Baca Juga:800 Orang Tewas! Ini 10 Fakta Mengejutkan Laka Lantas di Sulsel

Namun ketiganya belum masuk kategori KLB.

4. Campak Tidak Hanya Menyerang Anak

Campak sering dianggap hanya menyerang bayi atau anak-anak. Padahal, penyakit ini juga bisa menjangkiti orang dewasa, terutama mereka yang memiliki daya tahan tubuh lemah.

5. Begadang Bisa Memicu Risiko Tertular

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba dr. Muhammad Amrullah mengingatkan bahwa kebiasaan sering begadang dapat menurunkan imunitas tubuh, sehingga virus campak lebih mudah menginfeksi.

6. Pola Hidup Tidak Sehat Mempercepat Penularan

Beberapa kebiasaan yang dapat menurunkan daya tahan tubuh antara lain kurang tidur, jarang minum air putih, dan pola makan tidak teratur.

Kondisi ini membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi virus.

7. Penularan Terjadi Melalui Droplet

Virus campak menyebar melalui percikan droplet ketika penderita batuk atau bersin.

Karena itu, penularannya bisa terjadi dengan sangat cepat, terutama di lingkungan yang padat.

8. Anak yang Belum Imunisasi Paling Rentan

Anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi campak tidak memiliki kekebalan terhadap virus.

Akibatnya, ketika virus masuk ke tubuh, sistem imun tidak mampu melawan infeksi secara optimal.

9. Bulukumba Catat 378 Kasus Suspek

Di Kabupaten Bulukumba sendiri tercatat 378 kasus suspek campak. Namun belum semuanya dipastikan karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

10. Puluhan Kasus Sudah Dinyatakan Positif

Dari hasil pemeriksaan laboratorium yang telah keluar 37 sampel dinyatakan positif. 9 sampel negatif, dan sisanya masih menunggu hasil pemeriksaan

11. Imunisasi Gratis Disiapkan di Puskesmas

Untuk menekan penyebaran, pemerintah menyediakan imunisasi campak secara gratis di seluruh puskesmas.

Program imunisasi tambahan juga dilakukan melalui outbreak response immunization di wilayah terdampak.

12. Pemerintah Intensifkan Skrining dan Edukasi

Dinas Kesehatan terus melakukan berbagai langkah penanganan, antara lain skrining kasus hingga tingkat dusun, perluasan layanan imunisasi.

Edukasi pola hidup bersih dan sehat, imbauan agar anak yang sakit tidak bersekolah, dan imunisasi jadi kunci pencegahan.

Dinas Kesehatan menegaskan bahwa imunisasi tetap menjadi langkah paling efektif untuk mencegah campak.

Selain itu, masyarakat juga diminta menjaga pola hidup sehat, mencuci tangan, serta menggunakan masker saat mengalami gejala penyakit.

Kewaspadaan bersama dinilai menjadi faktor penting untuk menekan penyebaran campak di Sulawesi Selatan agar tidak semakin meluas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini