- Komisi A DPRD Sulawesi Selatan menjadwalkan RDP dengan Kepala Kesbangpol pada 2 Juni 2026 terkait dugaan kecurangan seleksi Paskibraka.
- Pelapor menduga terdapat kejanggalan dalam proses seleksi yang menyebabkan peserta asal Makassar gagal melaju ke tingkat nasional.
- Kepala Kesbangpol Sulawesi Selatan membantah adanya kecurangan dan menyatakan seluruh tahapan seleksi telah berjalan secara transparan dan objektif.
SuaraSulsel.id - DPRD Provinsi Sulawesi Selatan melalui Komisi A yang membidangi Pemerintahan menjadwalkan pemanggilan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pemerintah Provinsi dengan agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait kisruh dugaan pelanggaran seleksi peserta Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) untuk tingkat nasional, pada Selasa, 2 Juli 2026.
"Pemanggilan undangan RDP atas laporan dugaan pelanggaran penetapan hasil penjaringan tiga pasangan terbaik calon paskibraka Provinisi Sulawesi Selatan untuk tahap verifikasi tingkat pusat," kata Ketua Komisi A Andi Muhammad Anwar Purnomo di Makassar, Kamis (28/5).
Anggota DPRD Sulsel lainnya Andre Prasetyo Tanta membenarkan, permasalahan ini akan dibahas dalam RDP pekan depan, menindaklanjuti laporan bersangkutan Cathlyn Yvaeni Lesmana peserta seleksi Paskibraka asal Kota Makassar melalui Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Makassar, atas dugaan permainan sehingga dinyatakan tidak lolos.
"Sudah diagendakan, nanti tanggal 2 Juni, dan kita telah komunikasikan dengan teman-teman, termasuk dengan ibu Ketua DPRD Sulsel (Andi Rachmatika Dewi)," kata Andre merespons pelaporan tersebut.
Baca Juga:13 Pertanyaan dan Jawaban Terkait Polemik Seleksi Paskibraka Sulsel
Pendamping DPPI Kota Makassar Alfarezal Suliano melalui keterangannya, telah melaporkan Panitia Seleksi Paskibraka Sulsel ke DPRD Sulsel atas dugaan pelanggaran serta kejanggalan saat proses seleksi Cathlyn Yvaeni Lesmana telah masuk tiga besar namun namanya digeser, serta ada penilaian bahasa daerah, padahal diketahui Cathlyn dari etnis Tionghoa.
"Kenapa yang menggantinya tu diambil dari peserta yang namanya bahkan tidak masuk 10 besar, kenapa tidak diambil dari lima besar yang tersisa. Ini yang menimbulkan pertanyaan. Ada dua orang yang digeser tanpa alasan, ini yang patut dipertanyakan," katanya.
Cathlyn asal SMA Cerdas Bangsa sebelumnya diumumkan di akun medsos resmi DPPI Makassar akan bertarung memperebutkan posisi masuk dalam skuad Paskibraka di Istana Merdeka Jakarta.
Selain Cathlyn, nama lainnya yang diposting yakni Meivylicha Putri Aurelia Kamal dari SMAN 3 Makassar dan Putri Maharani dari SMAN 2 Makassar sebagai utusan putri.
Menanggapi polemik tersebut, Kepala Badan Kesbangpol Sulsel Bustanul Arifin menegaskan, proses seleksi berlangsung transparan, objektif, dan sesuai mekanisme yang berlaku. Ia membantah adanya pergantian peserta sebagaimana isu yang berkembang di media sosial.
Baca Juga:Polemik Seleksi Paskibraka: Gubernur Sulsel Pertemukan Peserta Dengan Panitia
“Pertama, kami menegaskan informasi yang viral di media sosial tidak sesuai dengan mekanisme seleksi yang sebenarnya. Kami pastikan seleksi ini berjalan transparan dan objektif," katanya melalui siaran pers.
Menurut dia, istilah pergantian peserta tidak tepat karena hingga tahapan akhir belum pernah ada pengumuman resmi mengenai tiga besar peserta yang akan mewakili Sulawesi Selatan ke tingkat nasional.
"Karena itu, istilah pergantian peserta tidak tepat sebab sampai kemarin memang belum ada pengumuman resmi. Pengumuman tiga peserta terakhir itulah yang menjadi pengumuman awal," ujarnya.
Bustanul menjelaskan kesalahpahaman muncul setelah sejumlah peserta yang dipanggil mengikuti sesi pendalaman oleh tim pusat menganggap dirinya telah masuk tahap final.
Padahal, pemanggilan dilakukan secara bertahap untuk kepentingan pendalaman materi dan penilaian lanjutan.
Kesbangpol menegaskan seluruh tahapan seleksi dilakukan menggunakan sistem penilaian berlapis dengan melibatkan tim pusat sebelum penetapan akhir dilakukan.
Yakni BPIP dan Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Pusat serta Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres). Pihaknya juga siap menghadiri RDP yang sudah dijadwalkan.