Saat Sekolah 'Mengharamkan' Ponsel: Mengintip Cara Guru Meningkatkan Fokus Siswa Tanpa Media Sosial

Pembatasan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun yang diberlakukan Kementerian Komunikasi dan Digital sudah tepat

Muhammad Yunus
Sabtu, 04 April 2026 | 08:32 WIB
Saat Sekolah 'Mengharamkan' Ponsel: Mengintip Cara Guru Meningkatkan Fokus Siswa Tanpa Media Sosial
Sejumlah anak dari berlatih sepeda tanpa pedal dalam semangat kemerdekaan [Suara.com/Antara]
Baca 10 detik
  • Kementerian Komdigi menerapkan aturan pembatasan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun melalui regulasi tahun 2026.
  • Tenaga pendidik di Makassar mendukung kebijakan tersebut untuk meningkatkan fokus, kemandirian, serta mencegah hambatan perkembangan psikomotorik anak siswa.
  • Pihak sekolah dan orang tua bekerja sama membatasi penggunaan gawai demi meningkatkan interaksi sosial serta literasi di kehidupan nyata.

SuaraSulsel.id - Kalangan tenaga pengajar menilai pembatasan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun yang diberlakukan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sudah tepat, karena dapat memfokuskan kemandirian anak serta menyaring konten negatif.

"Kami sebagai tenaga pendidik sangat mendukung kebijakan pemerintah. Tentu dengan bantuan orang tua di rumah bekerja sama guru di sekolah ikut membatasi penggunaan gadget bagi anak di bawah 16 tahun," kata Kepala Sekolah RA Cendikia Berseri Zamzani Anwar di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (4/4).

Menurutnya, ada dampak negatif dan positif pada setiap penggunaan gadget atau pun ponsel pintar khususnya bagi anak-anak hingga usia remaja.

Di sisi positifnya, konten pengetahuan umum banyak diserap di masa perkembangannya, namun pada sisi negatifnya, anak kurang fokus karena konten tidak mendidik.

Baca Juga:Ratusan Guru Belum Digaji! Pemkot Palopo Anggarkan Kursi Pijat Rp18 Juta dan Alat Dapur Rp50 Juta

"Apalagi sekarang, banyak sekali anak-anak yang kita jumpai itu mengalami kurang bisa fokus, terus ada beberapa perkembangan yang terhambat seperti speech delay (keterlambatan bicara)," tuturnya.

Penggunaan gadget yang berlebihan oleh anak, kata dia, dikhawatirkan menghambat perkembangan otak mereka.

Oleh karena itu, pihak sekolah melarang anak-anak membawa ponsel ke sekolah serta mengingatkan orang tua membatasi penggunaannya, bukan berarti tidak diberikan, tapi dibatasi.

Selain itu, kebiasaan anak sehabis pulang sekolah harus diubah, yang biasanya langsung menggunakan ponsel, atau diberikan orang tua ketika anak rewel.

Ini perlu kerja sama dan dukungan satu sama lain, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah agar hidupnya lebih nyata.

Baca Juga:Inilah Cara Aura Research Bantu Brand Pahami Opini Publik di Medsos

"Kami berharap kebijakan ini, literasi anak bisa lebih ditingkatkan, karena ada banyak sekali pilihan bisa dijumpai. Misalnya, mereka bisa mendapatkan informasi dari buku, berbincang lebih lama dengan orang tuanya dengan berbagai pengalaman belajar di sekolah," tutur Zamzani.

Hal senada disampaikan Kepala Sekolah MIS Cendikia Berseri Sukiman, bahwa penggunaan ponsel atau pun gadget serta barang berharga dilarang di sekolah bagi anak-anak.
Aturan ini dijalankan jauh sebelum Peraturan Menteri Komdigi Komdigi nomor 9 tahun 2026 itu diberlakukan.

Kebijakan ini telah ditetapkan melalui surat edaran serta berlaku untuk semua guru tidak menggunakan ponsel saat mengajar.

Alasannya, selain dapat mengganggu konsentrasi mengajar, juga dapat mencegah kehilangan barang berharga.

"Manfaat dirasakan itu adalah komunikasi peserta didik lebih intens dengan teman-temannya berjalan baik di kelas, lebih fokus dan terarah. Dulunya, pemakaian ponsel itu sendiri-sendiri. Dengan pembatasan itu, komunikasi mereka lebih bagus, bercerita, berinteraksi. Artinya jauh lebih fokus," katanya.

Sukiman menambahkan, melalui pembatasan tersebut lebih menekankan kepada kemandirian individual anak serta melatih psikomotorik anak dengan mengerjakan maupun menciptakan karya kreatif, ketimbang menonton konten di dunia maya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini