- Pelebaran Jembatan Pasar Sentral Maros segera dilaksanakan untuk mengatasi kemacetan jalur Makassar-Maros-Pangkep.
- BBPJN Sulsel menganggarkan Rp54,6 miliar untuk duplikasi jembatan; tahap awal adalah pembebasan sembilan bidang lahan.
- Pemprov Sulsel mendukung pembebasan lahan dengan anggaran Rp8 miliar, ditargetkan konstruksi dimulai akhir April atau awal Mei.
Untuk tahap awal, anggaran sebesar Rp10 miliar pada tahun ini sebagai bagian dari proses pembangunan.
Ia juga menjelaskan bahwa pembebasan lahan untuk proyek tersebut bersumber dari bantuan keuangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang disalurkan kepada Pemerintah Kabupaten Maros.
"Dana pembebasan lahannya berasal dari Pemprov Sulsel yang diserahkan ke Pemkab Maros untuk pelaksanaannya," ujar Indra.
Dari sembilan bidang tanah yang akan dibebaskan, tujuh di antaranya telah memiliki alas hak kepemilikan yang jelas.
Baca Juga:Korupsi Bibit Nanas: Dua Pejabat Pemprov Sulsel Ikut Ditahan Bersama Bahtiar Baharuddin
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sendiri menyiapkan anggaran sekitar Rp8 miliar untuk proses pembebasan lahan tersebut.
Adapun jembatan duplikat yang akan dibangun memiliki panjang sekitar 103 meter dengan tiga bentang.
Dalam konstruksinya, jembatan ini akan dilengkapi dua pilar tambahan dan menggunakan struktur PCU beton agar lebih kokoh dan mampu menampung beban lalu lintas yang lebih besar.
Pemerintah pusat berharap proses pembebasan lahan dapat dipercepat sehingga tahapan pengadaan barang dan jasa dapat berjalan paralel dengan proses administrasi di daerah.
"Arahan dari Pak Gubernur, proses pembebasan lahan dan pengadaan barang dan jasa berjalan paralel. Harapannya akhir April atau awal Mei sudah bisa mulai pekerjaan fisik," ungkap Indra.
Baca Juga:Pemprov Sulsel Dukung Pembatasan Akses Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menegaskan pemerintah provinsi telah menyiapkan skema bantuan keuangan untuk mendukung percepatan pembebasan lahan proyek tersebut.
Menurutnya, anggaran pembebasan lahan sebenarnya telah dialokasikan sejak tahun lalu. Namun karena proses pembebasan belum tuntas, anggaran tersebut kembali disiapkan pada tahun ini agar pembangunan dapat segera dilaksanakan.
"Kita ingin segera memulai konstruksi jembatan di Maros. Anggaran pembangunan dari balai sudah tersedia tahun ini, sehingga yang perlu kita percepat sekarang adalah pembebasan lahannya," kata Andi Sudirman.
Ia menekankan koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan instansi terkait harus terus diperkuat agar proses administrasi dan teknis dapat berjalan seiring.
Dengan rampungnya pembebasan lahan, proyek pembangunan jembatan duplikat diharapkan segera dimulai dan mampu mengurai kemacetan di jalur strategis Makassar - Maros - Pangkep yang selama ini menjadi salah satu jalur tersibuk di Sulawesi Selatan.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing