- Hingga Juni 2026, pembangunan fisik Stadion Sudiang di Makassar telah mencapai progres sebesar 9,3 persen tahap struktur.
- Proyek strategis ini dikerjakan PT Waskita Karya dengan anggaran Rp674,9 miliar selama skema tahun jamak 2025-2027.
- Pemerintah menargetkan pembangunan stadion berkapasitas 27 ribu penonton tersebut mencapai 65 persen pada akhir tahun 2026.
SuaraSulsel.id - Pembangunan Stadion Sudiang Makassar terus berjalan. Hingga Juni 2026, progres pekerjaan fisik stadion yang digadang-gadang menjadi markas baru sepak bola Sulawesi Selatan itu telah mencapai 9,3 persen.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel, Suherman mengatakan saat ini pekerjaan difokuskan pada pembangunan struktur bawah tribun, pemadatan lapangan sepak bola, serta pembangunan dinding penahan tanah untuk saluran drainase di sekeliling lapangan.
"Untuk pembangunan Stadion Sudiang saat ini progres pekerjaan berada pada tahap struktur bawah tribun atau pondasi, pemadatan lapangan sepak bola, dan pembangunan dinding penahan tanah untuk parit keliling lapangan. Hingga Juni 2026 progres pekerjaan telah mencapai 9,3 persen," kata Suherman, Jumat, 12 Juni 2026.
Ia mengatakan pembangunan fondasi tribun memang menjadi salah satu tahapan yang membutuhkan waktu cukup panjang karena menjadi penopang utama konstruksi stadion.
Baca Juga:Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
"Karena pekerjaan pondasi tribun ini memang membutuhkan waktu yang cukup lama. Namun pekerjaan berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan," ujarnya.
Stadion Sudiang merupakan proyek strategis yang dibangun melalui kolaborasi sejumlah instansi pemerintah.
Kementerian Pekerjaan Umum bertanggung jawab terhadap pendanaan dan konstruksi fisik stadion, sementara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyiapkan lahan pembangunan di kawasan GOR Sudiang.
Sementara, Pemerintah Kota Makassar akan mendukung proyek tersebut melalui pembangunan akses jalan menuju stadion.
Pembangunan Stadion Sudiang menggunakan skema pembiayaan multiyears atau tahun jamak yang berlangsung selama tiga tahun, mulai 2025 hingga 2027.
Baca Juga:Stadion Sudiang Siap Berdiri! Intip Megahnya Calon Kandang Baru Kebanggaan Sulsel
Pemerintah menargetkan progres pembangunan dapat mencapai sekitar 65 persen pada akhir 2026 sehingga seluruh tahapan konstruksi dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Sebelum pekerjaan fisik dimulai, proyek ini telah melewati sejumlah tahapan persiapan penting, yakni Pre-Construction Meeting (PCM) dan Mutual Check 0 (MC-0).
PCM merupakan rapat awal yang bertujuan menyamakan persepsi seluruh pihak terkait mengenai kesiapan proyek, metode pelaksanaan pekerjaan, spesifikasi teknis, hingga kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Sementara MC-0 dilakukan untuk mencocokkan volume pekerjaan dalam dokumen perencanaan dengan kondisi aktual di lapangan.
Tahapan tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh pekerjaan konstruksi sesuai kebutuhan riil sehingga meminimalkan potensi perubahan dan kendala saat pelaksanaan proyek berlangsung.
Dalam proses MC-0, tim surveyor terlebih dahulu melakukan kajian terhadap dokumen perencanaan sebelum turun melakukan survei lapangan.