Puluhan Penyandang Tuli di Gorontalo Khatam Al-Quran Lewat Bahasa Isyarat

Melaksanakan kegiatan tersebut demi membantu peningkatan pemahaman disabilitas tuli

Muhammad Yunus
Sabtu, 07 Maret 2026 | 15:32 WIB
Puluhan Penyandang Tuli di Gorontalo Khatam Al-Quran Lewat Bahasa Isyarat
Sejumlah peserta mengikuti pelatihan Al Quran isyarat pada kegiatan Sekolah Ramadan Inklusif di Masjid Al Muqarrabin, Kota Gorontalo, Gorontalo, Jumat (6/3/2026) [SuaraSulsel.id/Antara]
Baca 10 detik
  • Sekolah Ramadan Inklusif diadakan di Masjid Al Muqarrabin, Kota Gorontalo, oleh TPQ Tuli Gorontalo dan mitra terkait.
  • Sebanyak 40 peserta tunarungu mengikuti pelajaran Al Quran isyarat, fikih, Rukun Islam, dan adab harian.
  • Program dua pekan ini bertujuan meningkatkan pemahaman keagamaan Islam bagi disabilitas tuli dewasa dan anak.

SuaraSulsel.id - Taman Pendidikan Al Quran Tuli Gorontalo bersama Komunitas Rangkul Asa dan Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) Gorontalo menggelar Sekolah Ramadan Inklusif di Masjid Al Muqarrabin, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Pengajar pada kegiatan itu Nabila Salsabila Robot di Gorontalo, Jumat (7/3), mengatakan sebanyak 40 peserta tunarungu mengikuti pelajaran Al Quran isyarat, fikih wudu dan shalat, Rukun Islam, dan adab harian hingga khatam Al Quran.

"Ini program yang kami buat khusus di bulan Ramadhan, pesertanya adalah teman-teman disabilitas tuli atau yang dikenal dengan tunarungu," ucap Nabila.

Ia menjelaskan peserta sekolah itu adalah tunarungu yang ada di sekitar kota Gorontalo, baik tuli dewasa ataupun tuli anak-anak, yang dibagi menjadi dua kelas.

Baca Juga:Produk Wastra Sulsel Dipromosikan Melalui Trend Hijab Ramadan

"Awal mula rencana kegiatan ini kami melihat bahwa di bulan Ramadhan orang-orang semangat membuat program-program keagamaan Islam. Tapi sedikit sekali yang membuat program khusus teman-teman tuli. padahal pada dasarnya kalau kita lihat pemahaman mereka terhadap Islam itu minim sekali," katanya.

Melalui sekolah Ramadan itu, pihaknya berinisiatif untuk melaksanakan kegiatan tersebut demi membantu peningkatan pemahaman disabilitas tuli.

"Teman-teman tuli yang dewasa itu belajarnya fokus kepada peningkatan pemahaman Islam, sedangkan yang untuk anak-anak lebih kepada Al Quran isyarat dan juga Rukun Islam. Jadi pembelajarannya lebih sederhana," ujar dia.

Kegiatan tersebut, kata dia, telah berjalan selama dua pekan, dengan tiga program inti.

Pertama adalah kelas dewasa, yang kedua kelas tuli anak, dan ketiga rangkaian penutupan dan juga bincang inklusif.

Baca Juga:5 Hak Tetangga yang Wajib Anda Tahu Agar Ramadan Berkah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini