Kaltim Membara! Protes Kebijakan Gubernur Berujung Bentrok, Inilah Sejarah Provinsi Kaya Ini

Gubernur Rudy Mas'ud menggunakan anggaran rakyat miliaran rupiah untuk renovasi rumah jabatan dan keperluan lain yang dianggap tidak perlu.

Muhammad Yunus
Rabu, 22 April 2026 | 13:44 WIB
Kaltim Membara! Protes Kebijakan Gubernur Berujung Bentrok, Inilah Sejarah Provinsi Kaya Ini
Masa aksi menyalakan flare saat unjuk rasa di depan kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (21/4/2026). [ANTARA FOTO]
Baca 10 detik
  • Massa melakukan aksi protes terhadap kebijakan Gubernur Rudy Mas'ud terkait penggunaan anggaran renovasi rumah jabatan yang memicu kericuhan.
  • Sejarah Kalimantan Timur mencakup masa kerajaan lokal, pengaruh perdagangan Kesultanan Makassar, hingga penyerahan wilayah kepada pihak kolonial Belanda.
  • Provinsi Kalimantan Timur resmi berdiri pada 1956 melalui UU Nomor 25 dan mengalami pemekaran wilayah menjadi Kalimantan Utara tahun 2012.

SuaraSulsel.id - Ribuan warga bersama mahasiswa menggelar unjuk rasa di Kantor Gubernur Kalimantan Timur pada Selasa 21 April 2026.

Mereka protes dengan kebijakan Gubernur Rudy Mas'ud yang menggunakan anggaran rakyat miliaran rupiah untuk renovasi rumah jabatan dan keperluan lain yang dianggap tidak perlu.

Aksi yang berlangsung hingga malam hari ini sempat ricuh. Polisi pun menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa aksi.

Lantas bagaimana sejarah Provinsi Kalimantan Timur?

Baca Juga:KALLA Respons Rencana Aksi di Makassar: Dukungan Jangan Lewat Unjuk Rasa

Mengutip laman website Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, dijelaskan ringkasan sejarah Provinsi Kalimantan Timur.

Wilayah Kalimantan Timur sejak lama dikenal sebagai kawasan yang belum padat penduduk, namun memiliki sejarah kerajaan dan jalur perdagangan yang penting di Nusantara.

Sebelum kedatangan para pendatang dari luar pulau, daerah ini telah dihuni oleh berbagai kerajaan lokal seperti Kerajaan Kutai, Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura, Kesultanan Pasir, dan Kesultanan Bulungan.

Dalam catatan Hikayat Banjar, wilayah seperti Pasir, Kutai, Berau, hingga Karasikan bahkan disebut sebagai bagian dari wilayah taklukan Kesultanan Banjar sejak masa Hindu.

Pada paruh pertama abad ke-17, kawasan Kalimantan Timur mulai ramai oleh aktivitas perdagangan.

Baca Juga:Kisah Nurdin dan Irwan: Tiga Dekade Menyelamatkan Sejarah dari Ancaman Lupa

Saat itu, Kesultanan Makassar (Gowa–Tallo) menjalin perjanjian dengan Sultan Banjar untuk memanfaatkan wilayah pesisir Kalimantan Timur sebagai tempat berdagang.

Kesepakatan yang berlangsung sekitar tahun 1638–1654 tersebut membuat pedagang dan perantau dari Sulawesi Selatan mulai berdatangan dan menetap di wilayah ini.

Memasuki masa kolonial, perubahan besar terjadi. Pada 13 Agustus 1787, Sultan Tahmidullah II dari Banjar menyerahkan sebagian wilayah Kalimantan, termasuk Kalimantan Timur, kepada VOC Belanda.

Penyerahan itu kemudian ditegaskan kembali melalui beberapa perjanjian, termasuk traktat tahun 1817 dan pernyataan Sultan Adam pada 1826 yang memperkuat kekuasaan Hindia Belanda di kawasan tersebut.

Pada tahun 1846, pemerintah kolonial mulai menempatkan Asisten Residen di Samarinda untuk mengelola wilayah Borneo Timur.

Setelah Indonesia merdeka, Kalimantan Timur menjadi bagian dari Provinsi Kalimantan. Namun, aspirasi masyarakat mendorong pemekaran wilayah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini