Jejak Sejarah Pasar Terong Makassar: Pernah Jadi Penentu Harga Pangan di Indonesia

Lebih dari 1,1 juta rumah tangga petani di Sulawesi Selatan menggantungkan distribusi hasil panennya ke pasar ini

Muhammad Yunus
Jum'at, 20 Februari 2026 | 13:02 WIB
Jejak Sejarah Pasar Terong Makassar: Pernah Jadi Penentu Harga Pangan di Indonesia
Situasi Pasar Terong di bulan Ramadan 1447H, Jumat 20 Februari 2026. Pasar ini jadi salah satu rujukan harga pangan di Indonesia [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]
Baca 10 detik
  • Jumat, 20 Februari 2026, pejabat Makassar meninjau harga kebutuhan pokok di Pasar Terong saat Ramadan.
  • Pasar Terong merupakan barometer harga nasional sejak 1960-an, menjadi simpul distribusi komoditas ke berbagai wilayah Indonesia.
  • Modernisasi 1990-an menyebabkan konflik antara pedagang di dalam gedung dan di luar mengenai definisi Pasar Terong sesungguhnya.

Ekosistemnya unik. Ada palapara, pedagang yang menggelar dagangan beralas sederhana. Ada pagandeng, para pengangkut sayur yang menjadi cikal bakal tumbuhnya pasar ini.

Ada pula pamejang, papisi, pakios, pakalontong hingga palembara. Istilah-istilah lokal yang menandai ragam peran dalam denyut perdagangan tradisional.

Situasi Pasar Terong di bulan Ramadan 1447H, Jumat 20 Februari 2026. Pasar ini jadi salah satu rujukan harga pangan di Indonesia [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]
Situasi Pasar Terong di bulan Ramadan 1447H, Jumat 20 Februari 2026. Pasar ini jadi salah satu rujukan harga pangan di Indonesia [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]

Mereka tersebar di ruas-ruas jalan bernama Terong, Mentimun, Bayam, Labu, Kubis, dan Kangkung.

Nama-nama yang seperti menegaskan identitas pasar ini sebagai rumah bagi sayur-mayur dan bahan segar.

Baca Juga:Jadwal Imsakiyah Kota Makassar Jumat 20 Februari 2026

Pasar Terong mulai tumbuh pada 1960-an di atas lahan rawa yang semula kosong.

Para pedagang dari Kalimbu, pasar tertua kedua di Makassar, meluber ke kawasan ini karena ramainya aktivitas jual beli.

Kebakaran di kawasan Jalan Kangkung pada 1967-1968 menjadi titik balik. Pemerintah kemudian membangun pasar permanen pada 1970 dan memindahkan pedagang ke dalam bangunan yang disediakan.

Pada era 1970-an hingga 1990-an, Pasar Terong mencapai masa keemasan. Tiga nama besar, Haji Hafid, Haji Na’ga, dan Haji Sakka dikenal sebagai pemasok utama cabai dan tomat.

L. Habibie dan Anwar Jimpe Rachman dalam bukunya "Dari Jeruk Nipis Hingga Jaringan Dagang Pasar Terong" menuliskan, ketiganya dikenal sebagai "Bos Lombok" karena perannya mengendalikan distribusi dan harga cabai.

Baca Juga:Pajak Kendaraan Warga Makassar Melonjak Karena Opsen? Ini Penjelasan Bapenda Sulsel

Dari tangan mereka, cabai dan tomat mengalir ke pedagang pengecer, lalu ke dapur-dapur rumah tangga.

Tak hanya memasok kebutuhan lokal, Pasar Terong menjadi simpul distribusi ke berbagai wilayah. Ada Kendari, Palu, Gorontalo, Manado, Maluku, Kalimantan Timur, hingga Papua dari Sorong sampai Merauke.

Bahkan sebagian Bali, NTT, NTB, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, hingga Timor Leste turut merasakan aliran komoditas dari pasar ini.

Dalam sehari, transaksi cabai dan kol saja bisa mencapai tiga kontainer yang dikirim ke berbagai kota.

Namun, Pasar Terong juga menyimpan babak-babak sulit. Modernisasi pada 1990-an yang terinspirasi gagasan penataan pasar modern melahirkan gedung berlantai empat yang dibangun oleh PT Prabu Makassar Sejati (PMS) melalui skema hak guna pakai dari Pemerintah Kota Makassar.

Relokasi besar-besaran terjadi. Banyak pedagang dipindahkan ke dalam gedung ketika bangunan rampung pada 1997.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini