Gubernur Sulsel dan 2 Menteri Tidak Hadiri Pemilihan Rektor Unhas

Tiga anggota ex-officio MWA Unhas tercatat absen dalam rapat paripurna yang digelar di Kampus Unhas Jakarta

Muhammad Yunus
Rabu, 14 Januari 2026 | 11:59 WIB
Gubernur Sulsel dan 2 Menteri Tidak Hadiri Pemilihan Rektor Unhas
Tiga calon Rektor Universitas Hasanuddin Makassar memaparkan kertas kerja di hadapan Majelis Wali Amanat, Rabu 14 Januari 2026 [SuaraSulsel.id/UnhasTV]
Baca 10 detik
  • Pemilihan Rektor Unhas 2026-2030 pada 14 Januari 2026 di Kampus Unhas Jakarta dihadiri perwakilan tiga tokoh kunci MWA yang absen.
  • Ketidakhadiran anggota ex-officio MWA tidak memengaruhi legitimasi pemilihan karena suara melekat pada institusi, bukan individu.
  • Tiga kandidat, Prof Budu, Prof Jamaluddin Jompa, dan Prof Sukardi Weda, memaparkan program fokus pada fiskal, capaian strategis, dan infrastruktur.

SuaraSulsel.id - Pemilihan Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2026-2030 memasuki tahap krusial pada Rabu, 14 Januari 2026.

Namun, di tengah penentuan orang nomor satu di kampus terbesar di Indonesia Timur itu, sejumlah tokoh kunci justru tak hadir secara langsung dalam forum pemilihan tingkat Majelis Wali Amanat (MWA).

Tiga anggota ex-officio MWA Unhas tercatat absen dalam rapat paripurna yang digelar di Kampus Unhas Jakarta, Jalan Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

Mereka adalah Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendikti Saintek) Prof Brian Yuliarto, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, serta Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unhas Andi Amran Sulaiman.

Baca Juga:Begini Dua Skenario Pemilihan Rektor Unhas

Meski demikian, ketiganya tetap diwakili oleh pejabat yang ditunjuk.

Mendikti Saintek Prof Brian Yuliarto diwakili oleh Wakil Mendikti Saintek Prof Dr Fauzan, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman diwakili Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel Andi Winarno Eka Putra.

Sementara dari unsur alumni, IKA Unhas diwakili Ketua Harian I Dr Sukriansyah S Latief.

Kepala Bidang Humas Unhas sekaligus panitia Pilrek, Ishaq Rahman menegaskan ketidakhadiran sejumlah anggota ex-officio tidak memengaruhi legitimasi pemilihan.

Pasalnya, suara ex-officio melekat pada institusi, bukan pada individu yang menjabat.

Baca Juga:3 Calon Rektor Unhas Diberi Waktu 5 Menit untuk Meyakinkan MWA

"Untuk ex-officio itu bukan suara pribadi, tapi suara institusi. Jadi tetap sah dan diwakilkan," ujar Ishaq Rahman.

Andi Winarno Eka Putra menjelaskan alasan absennya Gubernur Sulsel. Ia menyebut Andi Sudirman Sulaiman telah memiliki agenda yang tidak bisa ditinggalkan, yakni pertemuan dengan Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus.

"Pak Gubernur sudah ada agenda sebelumnya, sehingga diwakilkan," kata Andi Winarno.

Pemilihan rektor Unhas tahun ini mempertemukan tiga kandidat kuat, yakni Prof Jamaluddin Jompa, Prof Budu, dan Prof Sukardi Weda.

Ketiganya berebut dukungan dari 17 anggota MWA yang memiliki hak suara.

Dari total 19 anggota MWA Unhas, dua orang tidak memiliki hak pilih, yakni rektor yang sedang menjabat, Jamaluddin Jompa dan Ketua Senat Akademik.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini