63 Siswa di Maluku Keracunan Makanan Bergizi Gratis: Apa yang Terjadi?

Penyedia MBG wajib lebih teliti dan berhati-hati dalam menyiapkan makanan bagi siswa

Muhammad Yunus
Senin, 22 September 2025 | 19:53 WIB
63 Siswa di Maluku Keracunan Makanan Bergizi Gratis: Apa yang Terjadi?
Ilustrasi: Salah satu korban keracunan MBG di Bogor [Suarabogor/HO/Pemkot Bogor]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Provinsi Maluku memeriksa seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi
  • Aspek kebersihan dan gizi harus menjadi perhatian utama
  • Total siswa yang mengalami keracunan akibat program MBG telah mencapai 63 orang

SuaraSulsel.id - Pemerintah Provinsi Maluku memeriksa seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyusul kasus keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang menimpa 63 siswa di tiga sekolah berbeda.

“Kami ingin memastikan bahwa pelayanan gizi berjalan dengan baik,” kata Juru bicara Pemrpov Maluku Kasrul Selang di Ambon, Senin 22 September 2025.

Ia menegaskan, penyedia MBG wajib lebih teliti dan berhati-hati dalam menyiapkan makanan bagi siswa sesuai prosedur tetap.

“Pak Gubernur berulang kali mengingatkan penyelenggara SPPG atau dapur MBG agar lebih memperhatikan protap ini,” ujarnya.

Baca Juga:Kondisi Ratusan Siswa Keracunan Makan Bergizi Gratis di Banggai Kepulauan

Menurut dia, aspek kebersihan dan gizi harus menjadi perhatian utama. Keberadaan ahli gizi di setiap SPPG harus dimaksimalkan agar seluruh tahapan pengolahan makanan dilakukan secara profesional dan higienis.

“Program strategis nasional MBG ini harus benar-benar dinikmati oleh semua siswa, dan tidak boleh lagi menimbulkan masalah keracunan,” katanya.

Ia melanjutkan bahwa Pemerintah Provinsi Maluku terus berupaya memastikan kebersihan SPPG agar pangan yang didistribusikan kepada masyarakat tetap aman dan sehat.

Langkah yang ditempuh antara lain dengan menetapkan standar sanitasi yang ketat, melakukan inspeksi rutin terhadap gudang penyimpanan dan sarana distribusi.

Serta memberikan pelatihan kepada petugas terkait tata kelola pangan yang higienis.

Baca Juga:Viral Siswa Aniaya Guru Disaksikan Polisi, Publik Geram!

Upaya ini diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor bersama dinas kesehatan, akademisi, dan pemerintah kabupaten/kota, serta melibatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar SPPG.

Hingga kini sudah ada 22 SPPG yang aktif beroperasi dengan sebaran di Kota Ambon tujuh, Maluku Tengah empat, Seram Bagian Barat lima, Buru Selatan dua, Kota Tual satu, Maluku Tenggara satu, dan Maluku Barat Daya satu.

Data yang dihimpun menyebutkan, kasus keracunan pertama terjadi di SMP Negeri Tepa, Kecamatan Babar Barat, Kabupaten Maluku Barat Daya, menimpa 30 siswa. Kasus berikutnya dialami 17 siswa SDN 19 Tual.

Sehari kemudian, 16 siswa SD Inpres Passo, Kota Ambon, juga dilarikan ke rumah sakit setelah diduga keracunan MBG.

Dengan demikian, total siswa yang mengalami keracunan akibat program MBG di Maluku sepanjang September 2025 telah mencapai 63 orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini