Dwi menambahkan Kementrian Pariwisata menargetkan jumlah kunjungan wisatawan asing yang masuk ke Indonesia bisa mencapai 14,3 juta di tahun 2024. Hingga bulan Oktober, angkanya baru mencapai 11 juta.
Sementara, pergerakan wisatawan nusantara ditargetkan mencapai 1,5 miliar orang yang melancong di Indonesia aja.
"Jika 900 ribu orang saja masing-masing mengeluarkan Rp2,5 juta saat berwisata, berarti ada sekitar Rp2 triliun uang yang beredar untuk meningkatkan perekonomian kita," ucapnya.
Kata Dwi, Makassar sebagai kota hub Indonesia Timur punya potensi wisata yang perlu terus untuk dikembangkan.
Baca Juga:Pemprov Sulsel Beri Subsidi Tiket Pesawat, Susi Pudjiastuti: Pak Gubernur Luar Biasa
Ia pun meminta pengusaha travel yang ada di Sulawesi Selatan memanfaatkan #DiIndonesiaaja Travel Fair (DIATF) 2024 membuat paket promo agar bisa menarik wisatawan datang ke daerah ini.
"Jadi perlu ada paket menarik. DIATF 2024 ini tiap titik kita harap bisa menggerakkan 20 ribu orang berwisata di Indonesia aja," ucapnya.
DIATF tahun ini kembali didukung oleh Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS. Di setiap kota penyelenggaraan DIATF, LPS akan membuka booth yang memberikan informasi dan sosialisasi terkait mekanisme perlindungan simpanan serta manfaat yang didapat oleh masyarakat.
"Hal ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap penguatan ekonomi melalui sektor pariwisata terutama di Sulsel, sekaligus sebagai upaya kami dalam menjaga stabilitas sistem keuangan. Peningkatan kesadaran masyarakat tentang perlindungan simpanan akan semakin penting seiring dengan tumbuhnya konsumsi dan aktivitas ekonomi," kata Kepala Kantor Perwakilan LPS III Makassar, Fuad Zaen.
Kegiatan tersebut juga didukung penuh oleh Asosiasi Travel Indonesia yang telah bekerja sama dengan berbagai industri pendukung untuk memberikan diskon dan promo pada travel fair.
Baca Juga:Tak Mampu Beli Tiket Pesawat, Pemudik Lebaran di Tengah Laut
Kontributor : Lorensia Clara Tambing