Kenapa Lebaran Jemaah Tarekat Naqsabandiyah Lebih Cepat dari Muhammadiyah dan Pemerintah

Jemaah Naqsabandiyah menggunakan metode hisab qomariyah

Muhammad Yunus
Kamis, 19 Maret 2026 | 21:32 WIB
Kenapa Lebaran Jemaah Tarekat Naqsabandiyah Lebih Cepat dari Muhammadiyah dan Pemerintah
Ratusan jemaah Tarekat Naqsabandiyah menggelar salat ied di Makassar, Kamis 19 Maret 2026 [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Ratusan jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Tamalanrea, Makassar, melaksanakan salat Idulfitri lebih dulu pada 19 Maret 2026.
  • Perbedaan waktu Idulfitri ini disebabkan penggunaan metode hisab qomariyah yang ditetapkan oleh para mursyid.
  • Pelaksanaan ibadah berlangsung tertib damai, menunjukkan tradisi berbeda namun tetap menjaga sikap saling menghormati.

SuaraSulsel.id - Pagi di kawasan Tamalanrea, Kota Makassar, terasa berbeda dari biasanya. Saat sebagian besar umat Muslim masih menunggu penetapan resmi Idulfitri, ratusan jemaah justru sudah lebih dulu menggelar salat ied.

Mereka adalah jemaah Tarekat Naqsabandiyah—kelompok dalam tradisi tasawuf yang memang dikenal memiliki metode sendiri dalam menentukan kalender ibadah.

Sejak fajar, sekitar 100 jemaah mulai berdatangan ke lokasi sederhana di Jalan Perintis Kemerdekaan. Tak ada kemeriahan berlebih.

Yang terdengar hanya lantunan takbir pelan, mengalun khusyuk, seolah menegaskan bahwa hari kemenangan telah tiba—versi mereka.

Baca Juga:Ini Lokasi Salat Idulfitri Muhammadiyah di Kota Makassar

Tepat pukul 06.30 Wita, salat Idulfitri pun dimulai. Bertindak sebagai imam, Ustaz Amal Ma’ruf, sementara khutbah disampaikan oleh Mursalin Abu Rifki.

Dalam waktu singkat, rangkaian ibadah selesai dengan tertib dan damai. Usai salat, para jemaah saling bersalaman, bermaafan, lalu perlahan meninggalkan lokasi.

Kenapa Bisa Lebih Cepat?

Perbedaan ini bukan tanpa alasan. Jemaah Naqsabandiyah menggunakan metode hisab qomariyah, yakni perhitungan kalender bulan yang sudah ditetapkan jauh hari oleh para mursyid (pembimbing spiritual).

Dalam perhitungan mereka, 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada 18 Februari 2026. Artinya, setelah menjalani puasa 30 hari penuh, Idulfitri mereka tiba lebih awal—yakni pada 19 Maret 2026.

Baca Juga:Apakah Besok Pemerintah Lebaran? Kemenag Sulsel Pantau Hilal 1 Syawal 1447 H di Unismuh Makassar

Metode ini berbeda dengan pendekatan yang digunakan pemerintah maupun organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, yang umumnya mengombinasikan hisab dan rukyat (pengamatan hilal).

Tradisi Lama, Sikap Tetap Sama

Bagi jemaah Naqsabandiyah, perbedaan ini bukan hal baru. Ini adalah bagian dari keyakinan dan tradisi yang sudah dijalankan turun-temurun dalam perjalanan spiritual mereka.

Meski berbeda hari raya, satu hal yang tetap dijaga adalah sikap saling menghormati. Di tengah masyarakat yang beragam, perbedaan penentuan Idulfitri justru menjadi potret nyata bahwa harmoni bisa tetap terjaga.

Di Makassar pagi itu, Lebaran memang datang lebih cepat bagi sebagian orang. Tapi esensinya tetap sama: kembali ke fitrah, dengan cara yang mereka yakini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini