"Mulai sejak itu semua perhatian saya teralihkan ke slot. Di kantor, di warkop atau kadang sembunyi di rumah. Depo yang lebih besar, maksudnya supaya menang juga besar," jelasnya.
Kemenangan itu membuatnya ketergantungan. Hari mulai merasa kecanduan setiap transfer saldo ke akunnya.
Ia sadar uang untuk deposit selama ini sudah tidak sebanding dengan kemenangan yang ia dapatkan. Tapi bukannya berhenti, bapak satu anak itu masih yakin Dewa Zeus akan memberinya kemenangan.
Di pikirannya dalam 10 kali spin, pasti bisa "big win" satu kali. Sayangnya, gambar yang muncul tidak pernah lagi sama.
Baca Juga:Kepala Samsat Makassar Terancam Penjara 6 Bulan, Ini Respons Pj Gubernur Sulsel
"Saya sadar ini sudah kecanduan setiap mau log in. Tapi anehnya semakin tahu, semakin tidak bisa berhenti. Padahal saya sadar uang yang keluar sudah ratusan juta. Sampai uang di rekening saya itu tidak cukup untuk bawa anak saya main di mall lagi," jelasnya.
Keadaan itu membuat istrinya curiga. Karena kepepet, Hari terpaksa melakukan pinjaman online di dua aplikasi.
Uang pinjol itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga agar tidak curiga, sebagian lagi untuk deposit slot.
"Saya ingat punya sepatu docmart itu sampai saya jual ke teman karena sudah tidak punya uang sama sekali," ucapnya.
Sayangnya Hari kalah terus. Kemenangan-kemenangan yang didapatkan di awal ternyata semu. Berkali-kali coba, ia tetap gagal.
Baca Juga:Hakim "Yang Mulia" di Makassar Mogok Kerja, Sidang Kasus Korupsi Ditunda
Gajinya tak mampu lagi menutupi tagihan pinjol dan kebutuhan hidup. Diam-diam Hari menggadaikan mobil pemberian mertuanya.