Pimpinan Ponpes di Muna Barat Diduga Cabul, Massa Nyaris Bentrok

Pengalihan kasus ini dilakukan guna memastikan proses hukum berjalan objektif

Muhammad Yunus
Kamis, 05 Februari 2026 | 20:07 WIB
Pimpinan Ponpes di Muna Barat Diduga Cabul, Massa Nyaris Bentrok
Petugas kepolisian meredam aksi massa yang berseteru terkait dugaan kasus asusila yang melibatkan pimpinan salah satu pondok pesantren, di Mubar, Sulawesi Tenggara, Rabu (4/2/2026) [SuaraSulsel.id/ANTARA/HO-Polres Muna]
Baca 10 detik
  • Sat Reskrim Polres Muna ambil alih kasus asusila oknum pimpinan pondok pesantren di Mubar, Sultra.
  • Pengalihan penanganan kasus untuk menjamin objektivitas karena adanya eskalasi tuntutan massa SEMMAGI.
  • Polisi telah memeriksa saksi dan mengimbau masyarakat tidak melakukan aksi anarkis demi kelancaran penyelidikan.

SuaraSulsel.id - Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Muna mengambil alih penanganan kasus dugaan tindak pidana asusila.

Melibatkan oknum pimpinan sebuah pondok pesantren di Desa Kasakamu, Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat (Mubar), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pengalihan kasus ini dilakukan guna memastikan proses hukum berjalan objektif menyusul adanya eskalasi massa dari Serikat Mahasiswa Masyarakat Desa Guali (SEMMAGI) yang menuntut keadilan bagi korban.

Kasi Humas Polres Muna Iptu Muhammad Jufri saat dihubungi dari Kendari, mengatakan saat ini penyidik tengah bekerja intensif untuk mendalami laporan tersebut, dan sejumlah pihak telah dimintai keterangan untuk memperkuat alat bukti.

Baca Juga:Memasuki Babak Baru, Ini 5 Fakta Kasus Rektor UNM Non Aktif Prof Karta Jayadi

"Saat ini sudah ada beberapa saksi yang dilakukan pemeriksaan. Kami pastikan perkara ini diproses sesuai dengan hukum yang berlaku," kata Jufri, mengutip dari Antara, Kamis (5/2).

Ia menjelaskan jika sebelumnya sempat terjadi ketegangan saat massa aksi mencoba merangsek masuk ke area pondok pesantren.

Hingga terjadi bentrokan dengan pihak pesantren dan orang tua santri. Meski terdapat kerusakan pada fasilitas jembatan masuk, situasi berhasil dikendalikan oleh personel pengamanan.

"Situasi saat ini sudah aman dan terkendali. Massa sudah meninggalkan lokasi menuju Kantor DP3A Muna Barat. Namun, sebagai langkah antisipasi, personel Polsek Kusambi tetap disiagakan di titik lokasi untuk menjaga kondusivitas," ujarnya.

Jufri mengimbau masyarakat ataupun kelompok tersebut agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri atau aksi anarkis yang dapat menghambat jalannya penyelidikan.

Baca Juga:Sinergi Kementerian PU dan Pesantren: Kisah Pemulihan Darul Mukhlisin Pascabanjir Aceh Tamiang

"Kami meminta masyarakat mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada Polri. Kami berkomitmen untuk menuntaskan perkara dugaan kekerasan seksual ini secara transparan dan profesional," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa hingga saat ini Polres Muna terus melakukan pemantauan di wilayah Kecamatan Kusambi untuk menjamin rasa aman bagi warga sekitar serta memastikan aktivitas masyarakat kembali normal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini