"Tubuh korban utuh. Korban dinyatakan meninggal dunia karena mengalami patah tulang di beberapa bagian," kata Yusuf.
Kejadian ini membuat pihak perusahaan dan rekan kerja BP terkejut dan berduka atas kehilangan tersebut.
Peristiwa tragis ini menyoroti pentingnya penerapan prosedur keselamatan kerja yang ketat di lingkungan industri, khususnya di sekitar mesin-mesin berbahaya.
Kelalaian dalam mengikuti prosedur keselamatan kerja bisa berakibat fatal, seperti yang dialami oleh BP.
Saat ini, pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan dan untuk mengevaluasi kepatuhan perusahaan terhadap standar keselamatan kerja.
Hasil penyelidikan ini akan menjadi bahan evaluasi penting bagi perusahaan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Tragedi ini menjadi pengingat bagi semua pihak, baik pekerja maupun pengusaha, tentang pentingnya keselamatan kerja.
Setiap langkah kecil untuk memastikan keselamatan bisa menyelamatkan nyawa dan mencegah tragedi serupa di masa yang akan datang.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Baca Juga:Ahli Dewan Pers: Majelis Hakim PN Makassar Membuat Sejarah Memperkuat Posisi Pers