Saat diinterogasi polisi, Hengki mengaku motif pembunuhan itu terjadi karena cemburu. Ia menduga istrinya, Jumiati sempat bertemu dengan mantan pacarnya.
"Gara-gara saya curigai ketemu sama mantan pacarnya di lorong 1. Saya tanyakan dia tidak mau mengaku," ucapnya.
Karena emosi, keduanya terlibat cekcok. Pelaku lalu memukul Jumiati di bagian kepala, dada dan perut berulang kali hingga meninggal dunia.
Mengetahui istrinya meninggal seketika, ia lalu menimbun dan mengecor mayat istrinya di belakang rumah untuk menghilangkan jejak.
Baca Juga:Penyelidikan Kasus Dana Hibah KONI Makassar Mengarah ke Tersangka ?
"Jenazahnya saya taruh di belakang rumah. Saya timbun pakai pasir di atasnya, lalu cor. Saya tidak gali, memang kubangannya sudah ada di situ, tanah kosong di belakang," ucapnya.
Untuk mengelabui keluarga dan tetangga, Hengki mengaku istrinya kabur dengan pria lain. Ia juga kerap memposting berita kehilangan soal istrinya di media sosial.
Namun fakta ini baru terungkap setelah anak korban, KS, melapor ke Polrestabes Makassar pada Sabtu, 13 April 2024. Ia mengaku kerap jadi korban penganiayaan ayahnya.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Baca Juga:Fakta Baru Suami Bunuh Istri dan Jenazah Dicor Dalam Rumah di Kota Makassar