Penculik dan Pembunuh Anak di Makassar Datang ke Rumah Korban Tawarkan Bantuan

Keluarga korban penculikan disertai pembunuhan anak di Makassar minta penegak hukum memberikan hukuman seberat-beratnya

Muhammad Yunus
Minggu, 15 Januari 2023 | 07:46 WIB
Penculik dan Pembunuh Anak di Makassar Datang ke Rumah Korban Tawarkan Bantuan
Suasana pemakaman korban MFS (11 tahun) di TPU Paropo, Batua Raya, Kecamatan Panakukang, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (11/1/2023) [SuaraSulsel.id/ANTARA]

SuaraSulsel.id - Keluarga korban penculikan disertai pembunuhan anak di Makassar meminta aparat penegak hukum memberikan hukuman seberat-beratnya kepada dua pelaku berinisial AD (17) dan MF (18) atas perbuatannya menghilangkan nyawa MFS yang masih berusia 11 tahun.

"Kami minta pelaku dihukum mati, meskipun dia (pelaku) di bawah umur atau sudah dewasa. Tidak ada kata damai," ujar ayah korban Karmin kepada wartawan di kediamannya Jalan Batua Raya Lorong 9 Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu 14 Januari 2023.

Ia menuturkan perbuatan kedua pelaku sangat sadis, bahkan perilakunya sangat kurang ajar karena usai menculik dan mengeksekusi korban, mereka malah pura-pura datang ke rumah. Meminta brosur untuk ikut membantu mencari anaknya.

"Kurang ajar sekali mereka. Waktu saya pulang dari melapor kehilangan anak di Polsek Panakkukang, dia (MF) datang dan bertanya ada rekaman CCTV Indomaret kita dapat, lalu saya perlihatkan videonya. Baru dia bilang lagi, sudah didapat anak ta' (anaknya), saya bilang belum," ucapnya.

Baca Juga:Orangtua Remaja Pembunuh Anak di Makasar Sogok Keluarga Korban? Ini Kata Psikolog

"Dia juga minta brosur, lalu masuk ke rumah. Brosurnya dikasih anak-anak di dalam, katanya akan ikut mencari korban," tambah Karmin menceritakan.

Pria berusia 38 tahun yang bekerja serabutan ini sempat mendapat informasi dari warga bahwa pelaku lainnya AD terlihat kala itu berada di depan lorong jalan. Sempat bermain "latto-latto" sembari menunggu MF mengambil brosur.

Ia pun bersama keluarga berusaha menyebarluaskan brosur anak hilang melalui media sosial, serta ditempelkan ke berbagai tempat keramaian sejak korban hilang pada Jumat, 6 Januari 2023.

Pada Minggu, 8 Januari 2023, Karmin memutuskan melaporkan kejadian kehilangan itu ke kantor polisi, termasuk menyerahkan rekaman CCTV milik Indomaret Batua, tempat korban menjadi juru parkir.

Dari rekaman kamera pengawas itu, terlihat korban MFS dipanggil pelaku dan korban sempat memanggil rekannya berinisial A untuk ikut bersamanya, namun ditolak. Korban lalu ikut dibonceng sepeda motor pelaku.

Baca Juga:7 Orang Dengan Gangguan Jiwa Kabur Dari Rumah Sakit Dadi Makassar

Rekannya A tidak mau ikut karena tidak kenal akrab dengan pelaku dan trauma atas kejadian menimpanya saat diculik seseorang lalu dititipkan di warung.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini