Minyak Tanah Langka, Warga Kota Ambon Gunakan Kayu Bakar Untuk Memasak

Sebagian warga di Kota Ambon terpaksa menggunakan kayu bakar untuk memasak

Muhammad Yunus
Minggu, 07 Agustus 2022 | 17:10 WIB
Minyak Tanah Langka, Warga Kota Ambon Gunakan Kayu Bakar Untuk Memasak
Warga berjubel memadati pangkalan minyak tanah di Karimun. [Batamnews.com]

SuaraSulsel.id - Sebagian warga di Kota Ambon terpaksa menggunakan kayu bakar untuk memasak. Akibat beberapa minggu terakhir bahan bakar minyak tanah sulit didapatkan di Ibu Kota Provinsi Maluku itu.

“Kadang kalau tidak dapat, kita akhirnya beli makan jadi, atau pake kayu bakar di belakang rumah saja,” kata Rosmina, warga di kawasan IAIN Ambon, Sirimau, Jumat (5/8/2022).

Ia mengatakan minyak tanah sulit dicari dan banyak pangkalan minyak tanah sering kosong, sehingga dirinya terpaksa keliling kota untuk mendapatkannya.

“Dulu itu di IAIN sini minyak tanah banyak. Tapi sekarang cari sangat susah. Harus keliling sampai di Kebun Cengkih baru dapat. Itu pun kadang terbatas,” katanya.

Baca Juga:Tuai Pujian, Aksi Sigap Emak-Emak saat Nyaris Jadi Korban Sambaran Api dari Tabung Gas yang Terbakar: Keren Banget

Senada dengan Rosmina, Rizky Amelia, seorang warga di Warasia juga mengaku kesulitan mendapat minyak tanah. Ia mengatakan, terpaksa menggunakan kayu bakar karena tidak mampu membeli kompor gas yang harus mengeluarkan banyak biaya.

Mayoritas rumah tangga dan UMKM di Maluku masih menggunakan dengan minyak tanah, sedangkan program elpiji subsidi tiga kilogram belum ada. Elpiji yang tersedia di pasar adalah jenis Brightgas 5,5 kilogram dan 12 kilogram.

“Mau beli kompor gas, asalkan ada uang lagi. Kecuali orang kaya,” ucapnya.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon meminta pemerintah setempat mengawasi ketersediaan stok minyak tanah untuk masyarakat, karena bahan bakar tersebut mulai langka di sejumlah daerah di Ibu Kota Provinsi Maluku itu.

“Pemkot yang lebih tahu jatah atau kuota sebesar berapa bahan bakar minyak tanah itu yang diminta oleh warga Kota Ambon. Setelah mereka bisa sampaikan kepastiannya, komisi juga akan tindak lanjuti,” kata Ketua Komisi II DPRD Ambon, Christianto Laturiuw, di Ambon.

Baca Juga:Bukannya Bikin Masakan Simple, Video Ini Malah Membuat Emosi

Menurutnya, kelangkaan minyak tanah di Kota Ambon merupakan tanggung jawab Pemkot Ambon untuk menyampaikan jumlah kuota yang dibutuhkan warga kepada Pertamina.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini