“Kalau Pertamina ini kan mereka itu operator pelaksana jadi tergantung jumlah kuota yang diminta oleh Pemkot Ambon baru mereka sediakan itu,” tambah Laturiuw.
Laturiuw mengaku, sudah beberapa kali menerima aspirasi masyarakat terkait kelangkaan minyak tanah di Kota Ambon, dan Pemkot harus mengambil kebijakan yang tepat sesuai fakta di lapangan.
Ia menyatakan, dalam waktu dekat, akan mengagendakan rapat bersama Pertamina membahas soal Bahan Bakar Minyak (BBM), Pertalite, Pertamax, hingga minyak tanah.
Sales Area Manager Retail Pertamina MOR VIII Maluku – Papua, Wilson Eddi Wijaya menyatakan, kuota BBM jenis minyak tanah yang ditentukan BPH Migas ke Provinsi Maluku pada tahun ini mengalami penurunan berkisar 2.500 hingga 3.500 Kilo Liter (KL).
"Kuota minyak tanah untuk Maluku tahun 2022 adalah 102.344 kl. Padahal tahun 2021 realisasi minyak tanah sebesar 104.778 kl. Hampir memenuhi target 105,266 kuota 2021 yang ditetapkan," katanya.
Wilson menyatakan, terjadi lonjakan penggunaan minyak tanah setelah hari raya Idul Adha pada awal Juli 2022. Untuk mengantisipasi kelangkaan, Pertamina telah menambah pasokan 10 persen guna memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Tambahan pasokan minyak tanah 307 KL dipastikan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat di pekan ini. Kami pastikan masyarakat akan tercukupi dan masyarakat diimbau tidak perlu panik, belilah sesuai kebutuhan seperti biasanya," kata Wilson.
Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ambon akan mengajukan tambahan kuota minyak tanah ke Pertamina Patra Niaga Maluku.
"Kita akan mengajukan tambahan kuota minyak tanah ke Pertamina guna mengantisipasi kelangkaan, jumlah sementara kita data berapa pasti tambahan kuota untuk kota Ambon," kata Kadis Perindag kota Ambon, Jhon Slarmanat, di Ambon. (Antara)
Baca Juga:Bukannya Bikin Masakan Simple, Video Ini Malah Membuat Emosi