"Karena mereka yang dianggap paling paham soal pembangunan saat itu. Nama-namanya ada ditulis di prasasti masjid," ungkapnya.
Proses pembangunan dimulai pada tahun 1947. Saat itu Indonesia sudah merdeka. Namun Tentara Kerajaan Hindia Belanda atau KNIL masih hendak berkuasa.
![Haul 40 tahun Haji Kalla di Masjid Raya Kota Makassar, Minggu 15 Mei 2022 [SuaraSulsel.id/Humas Pemkot Makassar]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/05/15/57565-masjid-raya.jpg)
Panitia kemudian menggelar lomba sayembara untuk desain bangunannya. Diikuti oleh banyak seniman dan arsitektur terkemuka di Indonesia, pemenang sayembara desain ini dimenangkan oleh Muhammad Soebardjo.
Awalnya, kata Syahril, desain masjid dibuat mirip pesawat B29. Sang arsitek, Soebardjo terinspirasi dari pesawat bomber kelas berat Amerika yang selalu melintas di langit kota selama perang dunia ke II.
Baca Juga:Bacaan Doa Qunut dan Artinya untuk Salat Subuh
"Bentuknya pesawat pengebom B29. Yang saya lihat dari fotonya agak memanjang. Di bagian tengah ada seperti taman," ujarnya.
Tak butuh waktu lama. Pembangunan masjid selesai pada tahun 1949 dan diresmikan pada tanggal 27 Mei, di tahun yang sama.
Saat itu, kata Syahril, semua masjid-masjid kecil di Kota Makassar ditutup. Seluruh umat islam diminta untuk pindah beribadah di masjid Raya Makassar.
Selain untuk tempat ibadah, masjid raya juga dijadikan markas pertemuan para pejuang kemerdekaan.
Parah mubaligh lalu diminta menerjemahkan ayat-ayat suci Alquran tentang kemuliaan kemerdekaan dan jahatnya penjajahan. Hal tersebut sebagai penyemangat bagi umat muslim untuk mengusir KNIL.
Baca Juga:Terungkap! Deddy Corbuzier Tidur Cuma 4 Jam Sehari, Warganet Ingatkan Salat Subuh
Rupanya perkumpulan itu membuat Belanda gusar. Mereka terganggu dengan adanya perkumpulan para jemaah setiap hari.