Awalnya pihak keluarga sudah mengingat korban agar tidak keluar rumah karena hujan lebat yang terus mengguyur, namun korban tetap bersikeras pergi ke kebun mereka sehingga ditemani suaminya.
Menurut dia, pada saat perjalanan menuju ke kebun dan melewati sungai, Korban terpeleset dan terjatuh, kemudian sempat ada upaya pertolongan dari suaminya namun karena aliran sungai yang deras ditambah curah hujan yang tinggi hingga Korban terbawa arus aliran sungai.
Suami korban langsung mencari bantuan warga sekitar bersama anggota Polsek Saparua serta Babinsa Negeri Tiow untuk melakukan upaya pencarian dan pertolongan.
"Saat ditemukan, korban sudah tidak bernyawa setelah terbawa banjir kemudian tersangkut di atas batu di belakang SMP Negeri 13 Negeri Porto," kata Moyo Utomo.
Baca Juga:Longsor Susulan di Maluku Tengah Bikin Dusun di Sana Gelap Gulita karena Listri Mati Mendadak
Dari hasil pemeriksaan medis, pada tubuh korban terdapat luka sobek akibat benturan pada bagian pelipis sepanjang 10 Cm.
Keluarga korban menolak untuk diautopsi dan polisi meminta pihak keluarga membuat surat keterangan menolak autopsi. (Antara)