Bayi Meninggal di IGD RSUD Syekh Yusuf Gowa, Keluarga Tuding Ada Kelalaian

Pihak keluarga korban menuding adanya kelalaian serta buruknya pelayanan rumah sakit

Muhammad Yunus
Selasa, 16 Juni 2026 | 11:48 WIB
Bayi Meninggal di IGD RSUD Syekh Yusuf Gowa, Keluarga Tuding Ada Kelalaian
Ilustrasi: Bayi laki-laki ditemukan hidup di dalam kardus di Desa Demuk, Tulungagung. [beritajatim.com]
Baca 10 detik
  • Manajemen RSUD Syekh Yusuf Gowa membantah tuduhan kelalaian atas kematian bayi Athar Ismail pada Minggu dini hari.
  • Bayi berusia dua bulan tersebut masuk IGD dalam kondisi kritis akibat demam serta sesak napas berat.
  • Pihak rumah sakit menyatakan telah menjalankan penanganan sesuai prosedur medis dan sistem rujukan terintegrasi yang berlaku.

SuaraSulsel.id - Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syekh Yusuf Gowa menanggapi kasus kematian seorang bayi bernama Athar Ismail berusia dua bulan.

Saat berada di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Sabtu (12/6) yang viral di media sosial terkait dugaan kelalaian dan minim pelayanan.

"Terkait dengan kejadian meninggalnya bayi Athar, itu sebenarnya sudah ditangani sesuai dengan SOP dan penanganan yang sesuai dengan kasus penyakitnya," ujar Kepala Bidang Pelayanan RSUD Syekh Yusuf, Nur Wahyudi kepada wartawan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (15/6).

Dia menjelaskan korban awalnya masuk IGD pada Sabtu (12/6) malam pukul 20.30 WITA dengan kondisi kritis karena sakit demam tidak kunjung turun selama tiga hari.

Baca Juga:Berawal dari Desa Kanreapia Gowa, Jamaluddin Menginspirasi Indonesia

Ia sempat mendapat perawatan di Puskesmas Barombong, selanjutnya di rujuk ke rumah sakit tersebut.

Di RSUD Syekh Yusuf korban sempat mendapatkan perawatan, tetapi kondisinya terus menurun dan akan dirujuk ke rumah sakit tipe A lainnya di Kota Makassar.

Namun takdir berkata lain, sebelum dirujuk bayi tersebut dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (13/6) dini hari pukul 03.00 WITA.

Dalam video yang beredar, orang tua korban sempat histeris memeluk anaknya meninggal. Pihak keluarga korban menuding adanya kelalaian serta buruknya pelayanan rumah sakit tersebut, termasuk lambatnya proses rujukan ke rumah sakit besar.

Sementara itu, manajemen RSUD Syekh Yusuf membantah tuduhan ada kelalaian para medis dalam menangani pasien saat berada di ruang IGD.

Baca Juga:Hak Angket Bupati Gowa Memanas, DPRD dan Pansus Digugat ke Pengadilan

Menurut Wahyudi, dari laporan, kondisi bayi tersebut memang sejak awal masuk sudah kritis.

"Kondisi pasien dalam keadaan berat, menurut penyampaian dari tim dokter kami dan tim perawat. Dia datang dari rumah, dalam kondisi demam di hari keempat, disertai sesak berat, dan kondisi yang agak kuning pada seluruh tubuh," tuturnya.

Ia menjelaskan sejak awal penanganan medis telah menjalankan standar operasional prosedur (SOP), mulai pemberian bantuan pernafasan, infus cairan serta obat-obatan melalui suntikan, sesuai protokol penangan pasien.

"Bahkan tim dokter sejak menit pertama tiba di IGD sudah dilibatkan. Dari hasil pemeriksaan setelah menilai kondisi terakhir korban direncanakan dirujuk ke rumah sakit lain dengan layanan lebih memadai. Namun pada saat belum dirujuk, itu sudah meninggal dunia," katanya.

Terkait persoalan rujukan yang dinilai lambat diproses, ia berdalih sudah menjalankan sesuai sistem dengan memberikan rekomendasi rujukan menghubungi tiga rumah sakit tujuan melalui sistem rujukan terintegrasi (Sisrute), ke RSUP Wahidin Sudirohusodo, RS Islam Faisal dan RSUD Labuang Baji.

"Itu dalam keadaan masa kritis. Masih dalam penanganan yang belum stabil, kita tetap stabilkan, sementara proses pengajuan rujukan tetap berjalan saat itu. Tugas kami mengirim, dan penerimaan tergantung sistem yang ada di Sisrute, menunggu konfirmasi dari rumah sakit tujuan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini