facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Unik Cara Ibu-ibu di Kabupaten Sidrap Kapling Tempat Salat Idul Fitri, Gelar Sajadah di Lantai Masjid

Muhammad Yunus Minggu, 01 Mei 2022 | 22:50 WIB

Unik Cara Ibu-ibu di Kabupaten Sidrap Kapling Tempat Salat Idul Fitri, Gelar Sajadah di Lantai Masjid
Masjid yang sudah dibersihkan untuk salat Idul Fitri sudah dikapling. Satu hari sebelum salat Idul Fitri. [SuaraSulsel.id/Istimewa]

Video pengkaplingan tempat salat ini viral di media sosial

SuaraSulsel.id - Jemaah perempuan di salah satu masjid di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, membuat pengurus masjid geleng-geleng kepala. Masjid yang sudah dibersihkan untuk salat Idul Fitri sudah dikapling. Satu hari sebelum salat Idul Fitri.

Ibu-ibu menggelar sajadah. Sebagai tanda tempat tersebut sudah ada yang punya. Sehingga tampak barisan sajadah tergulung di tempat jemaah perempuan. Sementara di tempat jemaah laki-laki masih kosong. Tidak ada pengkaplingan saf untuk salat.

"Lebaran masih satu hari lagi, tempat shalat ied udah dikapling. Budaya unik ibu-ibu Sidrap, Sulawesi Selatan. Daerah kalian ada tradisi apa?" tulis akun instagram makassar_iinfo

Video pengkaplingan tempat salat ini viral di media sosial. "Tidak ada yang boleh ganggu gugat," kata pria dalam video.

Baca Juga: Salat Idul Fitri di Lapangan Parkir Pelabuhan Makassar, Jemaah Dibebaskan Dari Biaya Parkir dan Biaya Masuk Pelabuhan

Belum diketahui lokasi pasti masjid. Namun terlihat masjid dengan interior yang megah. Warna cokelat keemasan. Dengan lantai berwarna putih.

Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1443 H/2022 M jatuh pada hari Senin, 2 Mei 2022. Penetapan ini didasarkan pada keputusan sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, di Kantor Kementerian Agama Jalan MH Thamrin No. 6, Jakarta, Minggu (1/5/2022).

“Sidang isbat secara bulat menetapkan 1 Syawal 1443 H jatuh pada hari Senin, 2 Mei 2022,” ujar Menag dalam konferensi pers yang digelar usai Sidang Isbat 1 Syawal 1443 H.

Menurut Menag, sidang menyepakati keputusan tersebut karena dua hal. "Pertama, kita telah mendengar paparan Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kemenag yang menyampaikan bahwa ketinggian hilal di seluruh Indonesia berada pada posisi 4 derajat 0, 59 menit sampai dengan 5 derajat 33,57 menit," kata Menag.

Selain itu, dilihat pada parameter elongasi geosentrik berkisar antara 5,2 derajat sampai dengan 7,2 derajat. Sementara rentang elongasi toposentris berada pada kisaran 4,9 derajat sampai dengan 6,4 derajat.

Baca Juga: Sebelum Berangkat Salat Idul Fitri, Berikut Amalan Sunnah yang Perlu Anda Lakukan

"Dengan parameter-parameter ini, maka posisi hilal di Indonesia saat ini telah memenuhi Kriteria Baru MABIMS (Menteri Agama Malaysia, Brunei Darussalam, Indonesia, dan Singapura)," papar Menag.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait