Nabi Yaqub pun sadar bahwa mimpi Nabi Yusuf bukanlah mimpi anak-anak biasa. Untuk itu, Nabi Yaqub meminta sang putra untuk merahasiakan mimpinya itu dari sebelas saudaranya. Mereka bisa bertindak sesuatu jika mengetahui cerita mimpi tersebut.
Permintaan Nabi Yaqub kepada sang putra pun terdapat dalam surat Yusuf ayat 5, seperti berikut ini:
Tulisan latin:
"Qla y bunayya l taqu ru`yka 'al ikhwatika fa yakd laka kaid, innasy-syaina lil-insni 'aduwwum mubn "
Baca Juga:Bacaan Doa Sesudah Adzan dan Sabda Nabi Muhammad SAW untuk Jawab Panggilan Allah SWT
Artinya:
Ayahnya berkata: "Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan) mu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia."
40 tahun kemudian, ketika Yusuf kecil beranjak dewasa, mimpi ini benar-benar terjadi. Namun, bukan sebelas bintang, matahari dan bulan yang tunduk kepadanya.
Ketika didapuk sebagai pemimpin, Nabi Yusuf mempersilakan kedua orang tuanya untuk menduduki kursi singgasana, sementara sebelas saudaranya ada di hadapannya. Kejadian dalam kehidupan nyata, tentang mimpi masa kecil Nabi Yusuf, tertuang dalam surat Yusuf ayat 100.
Tulisan Latin:
Baca Juga:Bacaan Doa Sesudah Adzan Lengkap, Termasuk Saat Waktu Magrib dan Subuh
"Wa rafa'a abawaihi 'alal-'arsyi wa kharr lah sujjad, wa qla y abati h ta`wlu ru`yya ming qablu qad ja'alah rabb aqq, wa qad asana b i akhrajan minas-sijni wa j`a bikum minal-badwi mim ba'di an nazagasy-syainu bain wa baina ikhwat, inna rabb laful lim yasy`, innah huwal-'almul-akm "