Siswa SMAN 2 Bulukumba Sesak Napas, Muntah, Sakit Kepala, dan Kram Usai Vaksinasi

Dipaksa sekolah untuk vaksinasi jika ingin belajar tatap muka

Muhammad Yunus
Kamis, 06 Januari 2022 | 17:22 WIB
Siswa SMAN 2 Bulukumba Sesak Napas, Muntah, Sakit Kepala, dan Kram Usai Vaksinasi
Frienzy merasakan sesak napas, muntah, sakit kepala hebat, badan keram, menggigil hingga seluruh tubuh usai vaksinasi. Saat ini dirawat di rumah sakit [SuaraSulsel.id/Istimewa]

Frienzy kemudian membujuk ayahnya agar divaksin saja. Hasan mengaku tak tega sebab anaknya sudah kelas III SMA.

Jika tidak divaksin, maka kelak sang anak akan sulit untuk mengikuti ujian. Desakan untuk vaksin kemudian diturutinya.

Hasan kemudian memeriksakan anaknya ke dokter interna. Semua tekanan, darah dan kondisi Frienzy diperiksa. Dokter ahli, kata Hasan, mengeluarkan surat keterangan bahwa Frienzy bisa divaksin.

"Namun lima menit setelahnya, Frienzy merasakan sesak napas, muntah, sakit kepala hebat, badan keram, menggigil hingga seluruh tubuh. Saat ini dirawat di rumah sakit," tuturnya.

Baca Juga:Polisi Turun Tangan Bantu Percepat Vaksinasi di Polewali Mandar

Hasan berharap kasus seperti ini tidak terjadi lagi. Pemerintah daerah harus mempertimbangkan kesehatan warganya dibanding fokus mengejar target vaksinasi.

"Apalagi masyarakat semacam kami ini tidak tahu menahu jika ada kejadian seperti ini kami mengadu kemana. Panik. Jadi saya harap pemerintah bisa mengerti, jangan segala-galanya surat vaksin jadi syarat utama walaupun hanya untuk belajar," harapnya.

Sementara, Koordinator KOMDA KIPI Sulsel Martira Maddeppungeng mengaku belum menerima laporan soal kejadian tersebut. Ia meminta agar Pemda bisa memperhatikan hal seperti ini.

Kata Martira, vaksin bertujuan untuk melindungi masyarakat. Bukan tambah bikin sakit.

Olehnya, vaksinator sudah dilatih khusus. Mereka yang menentukan apakah orang ini layak disuntik atau tidak. Semua orang yang hendak divaksin juga harus melewati skrining.

Baca Juga:Sulawesi Selatan Mulai Vaksinasi Anak Usia 6 Sampai 11 Tahun

Kata Martira, vaksinator tidak boleh memaksakan orang yang tidak layak untuk divaksin. Apalagi jika memiliki penyakit tertentu.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini