Terkait material anti peluru, ia mengatakan akan dibuat MoA (Memorandum of Agreement) bersama Konstrad dan pihak industri untuk kepentingan dunia militer.
Pada masa akan datang, ia menuturkan Fakultas Teknik akan diarahkan menjadi pusat inovasi teknologi pada Kawasan Timur Indonesia, untuk berkontribusi dalam pengembangan Teknologi Nasional menuju Indonesia Emas 2021.
Inovasi ini menggunakan bahan serat karbon dan resin epoxy sebagai penguat. Kemudian peralatan tambahan adalah mesin vacuum. Material anti peluru tersebut diproduksi menggunakan metode vacuum bag untuk memaksimalkan jumlah perbandingan serat dan resin yang digunakan.
Hal tersebut bertujuan untuk menghasilkan material yang lebih ringan. Inovasi ini diharapkan akan semakin mendukung dan meningkatkan profesionalisme bidang militer Indonesia.
Baca Juga:Apa Sumbangsih Mahasiswa Farmasi di Tengah Pandemi Covid-19?