facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Agenda Presiden Jokowi di Kabupaten Gowa dan Jeneponto Selasa 23 November

Muhammad Yunus Senin, 22 November 2021 | 20:16 WIB

Agenda Presiden Jokowi di Kabupaten Gowa dan Jeneponto Selasa 23 November
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memantau Bendungan Karalloe di Kabupaten Gowa, Senin, 22 November 2021. Bendungan ini akan diresmikan Presiden RI Joko Widodo, Selasa, 23 November 2021 [SuaraSulsel.id/Istimewa]

Jokowi akan meresmikan bendungan dan memanen jagung

SuaraSulsel.id - Presiden RI Joko Widodo dijadwalkan berkunjung ke Sulawesi Selatan, Selasa, 23 November 2021. Jokowi akan meresmikan bendungan dan memanen jagung.

Jokowi disebut akan meresmikan Bendungan Karalloe di Kabupaten Gowa dengan kapasitas 40,53 juta m3. Bendungan ini mulai dibangun sejak tahun 2013 dan baru selesai pada tahun 2021 dengan anggaran Rp1,2 triliun lebih.

Proses pembangunannya memang cukup lama. Sempat tersendat karena pembebasan lahan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bendungan ini untuk menjaga kontinuitas suplai air irigasi ke lahan pertanian. Selain itu untuk menampung air baku, sebagai sumber energi, pengendalian banjir, dan dimanfaatkan untuk pariwisata.

Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Covid-19 Saat Libur Nataru, Jokowi Minta Menkes Persiapkan Faskes

"Karalloe punya potensi sebagai destinasi pariwisata karena sekelilingnya masih asri. Ini bisa meningkatkan perekonomian masyarakat disini," kata Basuki di Gowa, Senin, 22 November 2021.

Basuki mengatakan bendungan ini mulai dibangun Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan-Jenebarang, Ditjen Sumber Daya Air sejak Desember 2013. Luas genangan 248,50 hektar untuk mengairi lahan irigasi seluas 7.004 Hektar.

Karalloe disebut sebagai sumber air baku 440 liter/detik, pembangkit listrik mikrohidro 4,5 MW, dan pengendali banjir untuk Kabupaten Gowa sebesar 49 m3/detik.

Pengerjaan konstruksi bendungan terbagi dalam dua paket yakni paket I mencakup pembangunan bendungan utama, bangunan pelimpah, relokasi dan rehabilitasi jalan menuju bendungan, dan terowongan pengelak dengan kontraktor pelaksana PT. Nindya Karya (Persero). Biaya pengerjaan bersumber dari APBN pada tahun anggaran jamak (2013-2019) sebesar Rp 568 miliar.

Kemudian paket II merupakan lanjutan paket I yang dianggarkan sebesar Rp 657 miliar bersumber dari APBN TA 2008 – 2020 (multi years). Pekerjaan paket II meliputi timbunan tubuh bendungan, proteksi galian, intake, instrumentasi, hidromekanikal, serta pembangunan instrumen yang bersifat mekanikal dan elektrik dengan kontraktor KSO (kerjasama operasional) PT Nindya Karya (Persero)-PT. Rezeki.

Baca Juga: Menko Perekonomian Bakal Wakili Presiden Jokowi Buka Puncak IDC AMSI 2021

"Saat ini bendungan yang dibangun dengan biaya besar dan sudah dimanfaatkan. Sudah mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani," ujar Basuki.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait