2. Detak Jantung
Detak jantung janin bayi masuk dalam mitos perbedaan hamil bayi laki-laki dan perempuan. Disebutkan jika jantung berdetak lebih dari 140 kali per menit, maka janin bayi berjenis kelamin perempuan. Sementara jika kurang dari 140 kali per menit, janin bayi berjenis kelamin laki-laki.
Secara medis, detak jantung janin bayi laki-laki dan perempuan memang ada perbedaan. Namun, hal itu hanya berlaku menjelang proses persalinan. Sementara jika masih jauh dari hari persalinan, detak jantung janin bayi laki-laki dan perempuan tak memiliki perbedaan.
3. Bentuk Perut
Bentuk perut masuk dalam mitos perbedaan hamil bayi laki-laki dan perempuan. Bila bentuk perut meninggi atau melebar ke tengah, maka janin bayi berjenis kelamin perempuan. Sementara bila bentuk perut bulat sempurna, janin bayi berjenis kelamin laki-laki.
Mitos ini sejatinya sudah dipatahkan secara media. Jenis kelamin bayi pada dasarnya tidak bisa mempengaruhi bentuk perut. Bentuk ini dipengaruhi beberapa faktor, seperti bentuk tubuh, usia kehamilan hingga pertumbuhan berat badan ketika hamil.
Baca Juga:Perlu Hati-hati, Berikut Deretan Buah yang Dilarang untuk Ibu Hamil
4. Muntah-Muntah atau Mual
Muntah-muntah masuk dalam mitos perbedaan hamil bayi laki-laki dan perempuan. Bila sering muntah-muntah atau morning sickness, maka janin bayi disebut berjenis kelamin perempuan. Sementara jika tidak sering, janin bayi berjenis kelamin laki-laki.
Mitos ini menjadi yang paling berdasar dibandingkan yang lain. Ibu hamil yang mengandung janin bayi perempuan memiliki hormon hCG yang memicu mual atau muntah-muntah lebih sering. Namun begitu, ada banyak kasus pula ibu hamil yang mengandung janin berjenis kelamin laki-laki sering muntah-muntah pula.
5. Pertumbuhan Bulu Kaki
Ciri ini menjadi yang paling aneh dalam mitos perbedaan hamil bayi laki-laki dan perempuan. Disebutkan jika bulu kaki tumbuh lebih cepat selama hamil, maka janin bayi disebut berjenis kelamin laki-laki. Sementara jika pertumbuhannya lambat, janin bayi berjenis kelamin perempuan.
Secara medis, mitos ini sudah ada penjelasannya. Pada dasarnya ibu hamil memiliki hormon yang mempercepat pertumbuhan kuku dan bulu kaki. Hormon tersebut tak ada hubungannya dengan jenis kelamin janin bayi yang ada dalam kandungan.
Demikian pembahasan mengenai perbedaan hamil bayi laki-laki dan perempuan. Meski mitos ini masih bertahan hingga sekarang, namun cek USG Kehamilan tetap menjadi yang terdepan ketika ingin mengetahui jenis kelamin janin bayi, lebih awal sebelum proses persalinan.
Baca Juga:Istri Hamil Tetap Masak meski Sedang Sakit, Bekal buat Suami Dipuji Warganet
Kontributor : Lukman Hakim