SuaraSulsel.id - Rahmat Taqwa, Anggota DPRD Kota Makassar dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyinggung pembangunan Masjid 99 Kubah di depan Anggota Komisi X DPR RI.
Rahmat mengaku, pembangunan masjid ini sempat mangkrak. Dihentikan oleh Gubernur Sulawesi Selatan kala itu, Nurdin Abdullah.
Masyarakat kemudian berinisiatif melanjutkan pembangunan dengan menggalang dana Rp100 ribu per orang. Namun gerakan itu dihentikan lagi.
Menurut Rahmat, Nurdin Abdullah ditangkap oleh KPK sebagai bentuk kemurkaan Tuhan. Karena ia menghentikan pengerjaan rumah ibadah.
Baca Juga:Alasan Wali Kota Makassar Tidak Mau Campuri Pembangunan Stadion Mattoanging
"Tetapi kemudian ada oknum yang menyetop gerakan itu, dan hari ini dia diambil oleh KPK. Tuhan marah," kata Rahmat saat melakukan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Anggota Komisi X di Gedung DPR RI, Kamis, 11 November 2021.
Rahmat saat itu melakukan RDPU soal pembangunan Stadion Mattoanging yang mengalami hal sama. Ia kemudian menambahkan jika ada pihak yang sedang membangun rumah ibadah, maka jangan pernah dihentikan.
"Sebelum pertemuan ini diakhiri, ini jadi pelajaran bagi kita semua. Kalau ada masjid, gereja atau rumah ibadah apapun yang dibangun, jangan pernah hentikan pembangunannya," tegas Rahmat.
Seperti diketahui, pembangunan Masjid 99 Kubah di Kota Makassar memang sempat terkatung-katung. Setelah masa kepemimpinan Gubernur Syahrul Yasin Limpo, pengerjaannya terhenti.
Alasan Nurdin Abdullah menghentikan saat itu, karena butuh audit terlebih dahulu oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Konstruksi bangunannya ada yang bermasalah.
Baca Juga:Pemprov Sulsel Anggarkan Pembangunan Stadion Mattoanging Rp 70 Miliar Tahun Depan
Namun, di tahun 2021, ikon baru kota Makassar ini kembali dilanjutkan oleh Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman. Pemprov Sulsel menggelontorkan anggaran Rp23,5 miliar untuk kelanjutan pembangunannya.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel, Haeruddin menambahkan pengerjaan masjid sudah hampir rampung. Sisa pengerjaan ground water tank atau penampung air untuk penyediaan air tempat wudu.
Ia mengaku pengerjaan sempat terhambat karena pekerja proyek tertular Covid-19. Namun, pengerjaannya kembali dikebut sehingga bisa untuk difungsikan bulan November ini.
"Sisa pembenahan. Pelataran suci sudah hampir rampung, railing juga sudah terpasang sudah hampir selesai. Insya Allah bulan ini rampung dan bisa difungsikan," tandasnya.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing