Menteri Kesehatan Khawatir Gelombang Tiga Covid-19 Terjadi Pasca Natal dan Tahun Baru

Akan jadi ujian bagi Indonesia

Muhammad Yunus
Selasa, 02 November 2021 | 16:57 WIB
Menteri Kesehatan Khawatir Gelombang Tiga Covid-19 Terjadi Pasca Natal dan Tahun Baru
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat ditemui di DPR RI. (Suara.com/Novian)

SuaraSulsel.id - Kasus Covid-19 di Indonesia diprediksi mengalami gelombang ketiga setelah libur natal dan tahun baru. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyebut momen ini akan jadi ujian bagi Indonesia.

"Ujiannya Januari-Februari. Ujiannya itu Nataru (natal dan tahun baru) di situ. Kita harus hati-hati. Presiden juga minta kita waspada," kata Budi di Makassar, Selasa, 2 November 2021.

Ia mengatakan, Indonesia berkaca dari Singapura dan Israel. Tingkat vaksinasi mereka sampai 80 persen, namun masih dihantam gelombang ketiga.

Bandingkan dengan Indonesia yang realisasi vaksinasinya saja baru 70 persen. Makanya vaksinasi dipercepat agar herd immunity bisa terbentuk.

Baca Juga:Bosowa Ambil Kembali Lahan di Tanjung Bunga, Pemkot Makassar Kena Prank?

Setidaknya, kata Budi, herd immunity bisa jadi senjata bagi seseorang jika terserang Covid-19. Namun bukan berarti tidak tertular.

"Saat ini turun drastis tapi jangan sampai naik lagi. Caranya pakai masker, ngumpul jangan padat kemudian dites cepat. Sebenarnya penyakit gini kalau kita bisa survilans kita bisa lewat," tambahnya.

Ia pun meminta agar Sulsel bisa mempercepat vaksinasi untuk orang lanjut usia (lansia). Menurutnya ini yang bahaya jika mereka terjangkit Covid-19.

"Yang paling penting adalah vaksin lansia karena risikonya paling fatal kalau dikena. Kita harus melindungi lansia, vaksin cepat karena saat ini masih 40-50 persen," ungkapnya.

Budi juga mengimbau agar masyarakat tetap patuh pada protokol kesehatan. Menurutnya, Covid bisa dikendalikan asal masyarakat disiplin prokes.

Baca Juga:Makassar Sampai Tana Toraja Berpotensi Hujan Ringan Siang Ini

"Penyakit ini bisa diatasi tergantung masyarakat. Kalau disiplin prokes bisa dikendalikan. Kalau tidak disiplin, tidak waspada itu yang bahaya. Teman wartawan bantulah edukasi masyarakat," ujarnya.

Itulah kenapa masyarakat harus tetap menjalani PCR untuk semua moda transportasi. Menurutnya, banyak masyarakat yang bepergian, namun tidak disiplin.

"Di Indonesia kadang kurang kita disiplin. Sehingga banyak testing yang harus dilakukan untuk penerbangan, perjalan darat," ujar Budi.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Arman Bausat menambahkan realisasi vaksinasi di Sulsel saat ini baru 41 persen dari target 7 juta jiwa.

Mereka menargetkan vaksinasi bisa menyasar 1.000 orang dalam sehari. 14 kabupaten/kota saat ini realisasinya sangat rendah. Ini yang akan digenjot.

"Vaksinasi lansia yang paling rendah kecuali Toraja yang cukup tinggi," ujar Arman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini