alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Masyarakat Butuh Media Berkarakter, Sumber Referensi dan Kaya Data

Muhammad Yunus Senin, 18 Oktober 2021 | 08:50 WIB

Masyarakat Butuh Media Berkarakter, Sumber Referensi dan Kaya Data
Rusdin Tompo, Ketua Umum Pengurus Pusat Forum Komunikasi Pemerhati (FKP) Radio Republik Indonesia (RRI), dalam "Pertemuan Para Pihak untuk Merumuskan Panduan dan Konsep Dasar: Indikator Kepercayaan Media Online", diadakan di Swiss Bellhotel, Makassar, Sabtu, 16 Oktober 2021 [SuaraSulsel.id / Istimewa]

Cukup dengan satu klik di mesin pencari, informasi akan datang

SuaraSulsel.id - Manusia hidup di era digital. Sehingga, mudah mendapat informasi, cukup dengan satu klik di mesin pencari, informasi akan datang. Mereka yang bukan generasi milenial dan Gen Z bahkan dituntut bertransformasi ke digital. Agar adaptif terhadap perkembangan zaman.

Begitu materi yang disampaikan Rusdin Tompo, Ketua Umum Pengurus Pusat Forum Komunikasi Pemerhati (FKP) Radio Republik Indonesia (RRI), dalam kegiatan "Pertemuan Para Pihak untuk Merumuskan Panduan dan Konsep Dasar: Indikator Kepercayaan Media Online", yang diadakan di Swiss Belhotel, Makassar, Sabtu, 16 Oktober 2021.

Acara yang berlangsung selama 2 hari ini, diadakan oleh Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) bekerja sama dengan USAID dan Internews.

Pesertanya berasal dari wilayah Indonesia timur dan sebagian dari Sumatra dan Kalimantan, yang seluruhnya merupakan anggota AMSI. Mereka berasal dari Riau, Banda Aceh, Solo, Kalbar, Papua, Maluku, Sulteng, Sultra, Manado, Gorontalo, Sulbar, Makassar, dan NTB.

Baca Juga: Gol Azka Fauzi dan Serif Hasic Bawa PSM Makassar Naik Peringkat Klasemen BRI Liga 1

Penulis buku dan penggiat literasi itu mengisahkan, ramalan tentang kemajuan masyarakat informasi itu dia baca sejak akhir 80-90an lewat buku-buku yang ditulis futurolog sosial, Alvin Toffler. Dia lantas menyebut buku-buku dimaksud, seperti "Kejutan Masa Depan", "Kejutan dan Gelombang", serta "Gelombang Ketiga".

"Dahulu, saat membaca buku-buku itu, dan beberapa buku sejenis, hanya membuat saya berimajinasi. Sekarang, lingkungan sosial berbasis digital itu kita jalani," ungkapnya saat sesi materi yang dipandu moderator Verrianto Madjowa, Ketua AMSI Gorontalo.

Era digital itu, lanjutnya, membuat kita tak lagi mengakses dan mengkonsumi informasi atau berita melalui media-media tradisional, tapi media baru.

Perlahan, kita tak lagi membaca koran atau majalah secara cetak tapi online. Orang perlahan-lahan tak lagi mendengar radio melalui pesawat radio, tapi secara streaming atau melalui aplikasi, seperti RRI Play Go, milik Lembaga Penyiaran Publik RRI.

Begitupun dengan televisi, alternatifnya bisa disaksikan melalui YouTube, atau akun-akun medsos lainnya. Digambarkan, ada banyak saluran informasi yang tersedia karena kita punya multimedia, multiplatform, dan multichannel.

Baca Juga: Tonton Sekarang!! Link Live PSM Makassar VS Bali United, Sedang Berlangsung

Masyarakat tak hanya jadi konsumen media, tapi juga ikut mewartakan, mengemas, dan memproduksi informasi layaknya berita. Mereka mencari informasi sesuai minat, kebutuhan, profesi, usia, gender, latar belakang budaya dan agama, serta preferensi politik.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait