alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Masyarakat Butuh Media Berkarakter, Sumber Referensi dan Kaya Data

Muhammad Yunus Senin, 18 Oktober 2021 | 08:50 WIB

Masyarakat Butuh Media Berkarakter, Sumber Referensi dan Kaya Data
Rusdin Tompo, Ketua Umum Pengurus Pusat Forum Komunikasi Pemerhati (FKP) Radio Republik Indonesia (RRI), dalam "Pertemuan Para Pihak untuk Merumuskan Panduan dan Konsep Dasar: Indikator Kepercayaan Media Online", diadakan di Swiss Bellhotel, Makassar, Sabtu, 16 Oktober 2021 [SuaraSulsel.id / Istimewa]

Cukup dengan satu klik di mesin pencari, informasi akan datang

Mereka aktif, seperti berlomba mau mengabarkan informasi, mau yang pertama, dan tentu mau viral info yang dibagikannya. Karena informasi itu bisa dikonversi dan dikapitalisasi, punya nilai ekonomis.

"Itu karena konstitusi kita, UUD 1945, menjamin hak atas informasi," ujarnya.

Dia lantas mengutip sejumlah data yang disebutnya sebagai peluang sekaligus tantangan. Penduduk Indonesia, yang berjumlah hampir 275 juta jiwa, pengguna internetnya di awal 2021, mencapai 202,6 juta orang. Sedangkan pemakai smartphone ada sebanyak 160,27 juta atau nomor 4 di dunia setelah Tiongkok, India, dan AS.

Mengutip data yang pernah disampaikan mantan Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo (2016-2019), bahwa terdapat 43.300 media online, 2000 media cetak, 674 radio, dan 523 TV, termasuk TV lokal.

Baca Juga: Gol Azka Fauzi dan Serif Hasic Bawa PSM Makassar Naik Peringkat Klasemen BRI Liga 1

Jumlah yang besar dan banyak ini perlu dibarengi dengan idealisme, sikap profesional dan tanggung jawab agar media onlinenya dipercaya. Apalagi, produk jurnalisme itu memiliki disiplin pada verifikasi.

Secara subyektif, kata mantan Ketua KPID Sulawesi Selatan itu, dia biasa membaca media-media online yang juga bagian dari grup media mainstrem. Selain itu, media yang punya ciri dan karakter kuat, media yang memberi perspektif dan wawasan, serta media yang bisa jadi referensi dan kaya data. Juga media yang ramah anak, tidak bias gender, yang mengusung nilai-nilai humanisme, dan edukatif.

"Saya suka berita dari media-media yang melakukan literasi kebangsaan, dan media yang tidak menggoreng isu hanya sekadar untuk mendapatkan clickbait demi meraih keuntungan finansial," paparnya.

Kegiatan ini diadakan secara hybrid, yakni secara tatap muka dan daring. Selain Rusdin Tompo, panitia juga menghadirkan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Provinsi Sulawesi Selatan, Amson Padolo. Ada juga pembicara dari Mabes Polri, PT PLN Indonesia, AMSI, dan korporasi yang merupakan bagian dari stakehokder media online.

Baca Juga: Tonton Sekarang!! Link Live PSM Makassar VS Bali United, Sedang Berlangsung

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait