237 Rumah di Kabupaten Luwu Terkena Dampak Banjir Bandang

Bencana alam banjir bandang disertai tanah longsor

Muhammad Yunus
Senin, 04 Oktober 2021 | 15:55 WIB
237 Rumah di Kabupaten Luwu Terkena Dampak Banjir Bandang
Tanah longsor menimpa rumah warga di Kabupaten Luwu, Sulawesi selatan, Minggu 3 Oktober 2021 [SuaraSulsel.id / Istimewa]

Penyebab banjir bandang tersebut berasal dari volume air Sungai Lamasi meningkat setinggi lima meter, akibat curah hujan cukup tinggi sejak Sabtu (3/10) sekitar pukul 16.30 WITA. Air laut di wilayah Pantai Lamasi saat itu sedang pasang, sehingga volume air sungai Lamasi meluap hingga imbasnya air meluber ke pemukiman warga.

Terdapat lima desa terdampak yakni Desa Sangtandung, Desa Pelalan, Desa Batustanduk, Desa Kandekan dan Desa Seriti, yang lokasinya berada di pinggiran aliran Sungai Lamasi dengan ketinggian debit air antara 30 centimeter sampai satu meter.

Hingga saat ini dilaporkan, kondisi ketinggian debit air di Sungai Lamasi mengalami penurunan, dari enam meter surut menjadi tiga meter. Idealnya, ketinggian air di sungai tersebut sekitar satu meter lebih.

"Ada empat orang hilang atas peristiwa tanah longsor di Desa Ilanbatu, Kecamatan Walenrang Barat, satu sudah ditemukan, tiga masih dalam pencarian. 20 orang korban sebelumnya dirawat di Puskesmas Lamasi, kini kembali ke kediaman masing-masing," sebut Kepala BPBD Luwu, Rahman Mandari melalui laporan tertulisnya.

Baca Juga:Update Bencana Luwu: Rumah Kepala Desa Tertimbun Longsor, Jembatan Rusak Dihantam Banjir

Sejauh ini tim terpadu BPBD, Dinas Sosial, PMI, Tagana, TNI Polri, Basarnas dan Potensi SAR terus bekerja melaksanakan upaya evakuasi, penyelamatan dan pertolongan serta bekerja cepat menanggulangi bencana alam tersebut. (Antara)

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini