alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Saksi Mata Kekejaman KKB Papua di Kiwirok: Nyawa Orang Tidak Berharga

Muhammad Yunus Jum'at, 24 September 2021 | 16:07 WIB

Saksi Mata Kekejaman KKB Papua di Kiwirok: Nyawa Orang Tidak Berharga
TNI membantu warga sipil dan guru yang mengungsi dari Distrik Kiwirok karena ketakutan dengan teror separatis bersenjata, Rabu 22 September 2021 [KabarPapua.co / Dok Penrem 172/PWY]

Saksi kekejaman Kelompok Kriminal Bersenjata Ngalum Kupel Pimpinan Lamek Taplo

SuaraSulsel.id - Warga Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua yang berhasil selamat dari aksi penyerangan dan penganiayaan Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua menceritakan peristiwa mengerikan saat itu.

Mama Yosepa Taplo, wanita berusia 50 tahun. Menjadi saksi kekejaman Kelompok Kriminal Bersenjata Ngalum Kupel Pimpinan Lamek Taplo, 13 September 2021.

Dia tidak menyangka kelompok bersenjata memiliki kelakuan yang kejam. Suasana Kiwirok yang selama ini damai berubah menjadi mencekam. Rumah warga, fasilitas kesehatan, hingga sekolah dibakar habis.

Kampung halaman Mama Yosepa berubah akibat ulah kelompok tersebut.

Baca Juga: Beredar Foto Nakes Gerald Sokoy Bersama KKB, Ini Kata Polisi dan TNI

“Saya ini orang asli sana, sa lihat kelakuan OPM (KKB) itu kejam, bakar rumah-rumah dan pukuli orang-orang,” kata Mama Yosepa dengan nada terbata-bata.

Mengutip KabarPapua.co -- jaringan Suara.com, Mama Yosepa bercerita awal mula aksi kelompok bersenjata di Kiwirok.

Seperti biasa, ia menemani Rospiani Purba, Guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang telah lama bertugas di Distrik Kiwirok saat bekerja di rumah.

“Saya biasa menemani Ibu Guru Rospiani kerja di rumahnya, karena Ibu Rospiani memiliki kios di rumahnya Kompleks SMP Kiwirok dan juga kerja membantu TNI membersihkan Pos Satgas Pampas Kiwirok,” tutur Mama Yosepa.

Tak lama kemudian, Mama Yosepa, Ibu Guru Rospiani dan keponakan Ibu Guru Rospiani yang berada di dalam rumah dikejutkan dengan sekolah di depan rumah dibakar. Mama Yosepa sempat panik melihat api yang melahap sekolah.

Baca Juga: Dikabarkan Dibawa Gerombolan Teroris KKB Papua, Nasib Nakes Gerald Sokoy Belum Jelas

Belum lagi menyaksikan KKB melakukan penganiayaan terhadap warga. Hingga akhirnya Mama Yosepa memutuskan lari menyelamatkan diri bersama Ibu Guru dan keponakannya menuju Pos Pamtas TNI.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait