Dulu, ia adalah seorang mahasiswa di Afghanistan. Karena peperangan terus terjadi, ia memilih keluar dari negaranya.
Abdul dan pengungsi lainnya di Makassar diberi biaya Rp 1 juta lebih per bulan oleh UNHCR. Itu untuk biaya kos dan makan.
"Warga di sini ramah. Walaupun kami tidak bisa bekerja atau hidup bebas seperti warga lokal lainnya," ujar Abdul.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Baca Juga:Biaya Tes PCR di Rumah Sakit Daya Makassar Rp 500 Ribu, Untuk Syarat Perjalanan