Bahas Situasi Afghanistan, China Telepon Menlu Inggris dan Italia

Menlu China Wang mengatakan bahwa yang terjadi di Afghanistan merupakan lembaran baru dalam sejarah.

Eko Faizin
Sabtu, 21 Agustus 2021 | 16:42 WIB
Bahas Situasi Afghanistan, China Telepon Menlu Inggris dan Italia
Warga berkumpul Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan, Senin (16/8/2021). [AFP Photo]

SuaraSulsel.id - Guna membahas situasi Afghanistan, Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi menelepon Menlu Inggris Dominic Raab dan Menlu Italia Luigi Di Maio.

Menlu China Wang mengatakan bahwa yang terjadi di Afghanistan merupakan lembaran baru dalam sejarah.

"Lembaran baru telah dibuka dalam sejarah Afghanistan. Memaksakan nilai-nilai tertentu pada negara dan peradaban lain sulit dicapai karena yang telah terjadi di masa lalu akan tetap terjadi di masa depan," kata Wang dalam percakapan telepon dengan Di Maio, Jumat (20/8/2021).

Disampaikan Wang, komunitas internasional prihatin dengan arah masa depan Afghanistan, sehingga diperlukan konsensus semua pihak untuk membangun sistem politik yang terbuka dan inklusif di Afghanistan.

Selain itu, mengupayakan kebijakan dalam dan luar negeri yang moderat dan stabil, dan memutuskan hubungan dengan semua organisasi teroris.

Lebih lanjut, Wang juga menggarisbawahi pernyataan juru bicara Taliban yang berulang kali menyambut positif perhatian komunitas internasional dan menunjukkan sikap yang kooperatif.

Dirinya berharap situasi di Afghanistan berubah ke arah yang lebih baik.

"Dengarkan kata-katanya, lihat tindakan-tindakannya," ujarnya seperti dikutip dari Antara, Sabtu (21/8/2021).

Sehari sebelumnya, Wang juga menghubungi Menlu Raab untuk membicarakan hal yang sama.

"Situasi di Afghanistan menjadi salah satu contoh negatif, dan jika Amerika Serikat tidak belajar dari pelajaran yang menyakitkan, akan mendapatkan pelajaran yang baru," ujarnya dikutip media resmi China.

Kepada Raab, Wang menyampaikan beberapa catatan bahwa ketika masalah Afghanistan memasuki tahap kritis dari militer ke penyelesaian politik, maka harus memperhatikan tiga aspek.

Pertama, Taliban harus mampu menyatukan rakyat Afghanistan dengan membangun struktur politik yang terbuka dan inklusif sesuai dengan situasi negara tersebut.

Kedua, Afghanistan harus menindak tegas semua jenis organisasi teroris dan mencegah berkumpulnya para teroris lagi.

Serta ketiga, masyarakat internasional harus dapat memainkan peran konstruktif dan menghormati kemerdekaan dan kedaulatan Afghanistan tanpa turut campur dalam urusan domestik Afghanistan.

Raab sepakat bahwa komunitas internasional harus mengambil pelajaran dari peristiwa yang terjadi di Afghanistan dan negara itu tidak boleh lagi menjadi pusat terorisme.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini