5 Kapal Pelni Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19 di Indonesia

Kapal milik PT Pelni difungsikan menjadi tempat isolasi pasien Covid-19

Muhammad Yunus
Kamis, 12 Agustus 2021 | 19:46 WIB
5 Kapal Pelni Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19 di Indonesia
KM Umsini dijadikan tempat isolasi apung di Kota Makassar [SuaraSulsel.id / Istimewa]

SuaraSulsel.id - Setelah KM Umsini, 4 kapal milik PT Pelni difungsikan menjadi tempat isolasi terpusat untuk warga yang positif COVID-19.

Empat kapal itu diperbantukan ke kota-kota di Indonesia termasuk Kota Jayapura yang mendapat bantuan KM Tidar, dengan ditandai penandatanganan PKS antara Menhub dengan PT Pelni dan pemkot penerima bantuan secara virtual, Kamis 12 Agustus 2021.

Sebelumnya pertengahan bulan Juli lalu Menhub sudah membantu satu unit kapal ke Makassar yakni KM Umsini, sehingga seluruhnya berjumlah lima kapal, kata Kepala PT Pelni Jayapura Whendy Imkotta kepada Antara, di Jayapura.

Dijelaskannya, untuk KM Tidar dijadwalkan tiba di pelabuhan Jayapura Sabtu (14/8), mendatang dan setibanya akan langsung dibenahi sebelum digunakan sebagai tempat isolasi terpusat bagi pasien COVID-19.

Kemungkinan pekan depan baru dioperasionalkan secara penuh setelah berbagai persiapan selesai dilakukan.

Belum dipastikan berapa lama kapal tersebut digunakan sebagai tempat isolasi terpusat COVID-19, kata Imkotta. Kapal tersebut nantinya berada di perairan Jayapura.

Lima kapal Pelni yang dijadikan tempat isolasi terpusat adalah KM Tatamailau di Bitung, KM Sirimau di Sorong, KM Bukit Raya di Medan, KM Tidar di Jayapura dan KM Umsini di Makassar.

KM. Tidar memiliki daya tampung 2000 tempat tidur, namun untuk COVID-19 disiapkan 929 tempat tidur, kata Whendy Imkotta.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berkomitmen untuk mendukung percepatan penanganan Covid-19 dengan membantu penyediaan kapal isolasi terpusat terapung, bagi sejumlah daerah yang membutuhkan tempat isolasi pasien Covid-19.

Baca Juga:Razia Protokol Kesehatan di Makassar, Warga Positif Covid-19 Langsung Isolasi

Kemenhub melakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama Penyelenggaraan Kapal Sebagai Tempat Isolasi Terpusat (Isoter) dengan 5 (lima) Pemerintah Daerah secara hybrid, yang disaksikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Kelima pemda tersebut yaitu: Pemerintah Kota Bitung, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, Pemerintah Kota Medan, Pemerintah Kota Sorong, dan Pemerintah Kota Jayapura.

“Upaya penyediaan Kapal isoter ini merupakan bentuk komitmen dukungan kami, sejalan dengan arahan bapak Presiden yang meminta Kementerian dan Lembaga untuk bersama-sama membantu mempercepat penanganan Covid-19 di Indonesia,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam keterangannya, Kamis.

Budi Karya mengatakan, kapal isoter ini dapat menjadi alternatif ruang isolasi bagi para pasien Covid-19 tanpa gejala, sehingga mempercepat kesembuhan dibandingkan dengan melakukan isolasi mandiri di rumah. Selain itu, dengan isolasi di kapal, diharapkan dapat membatasi ruang gerak penyebaran Virus Covid -19 karena mobilitas pasien hanya dilakukan di atas kapal.

Pada kesempatan tersebut, Menhub menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak antara lain Kemenko Perekonomian, Kemenkomarves, Kemenkes, Kemenkeu, Kemen BUMN, BNPB, PT. Pelni dan para kepala daerah (Walikota dan Bupati), yang telah mendukung terselenggaranya penyediaan kapal-kapal isoter ini.

Menhub menjelaskan, kapal-kapal isoter dari PT Pelni ini akan segera ditempatkan di daerah-daerah tersebut, untuk membantu penanganan Covid-19.

Baca Juga:Subhanallah! Api Lalap 95 Rumah Warga di Makassar, Alquran Ditemukan Tetap Utuh

“Saya sudah sampaikan kepada jajaran Otoritas Pelabuhan dan Syahbandar yang ada di daerah untuk membantu pemerintah daerah. Kami juga minta Pelni, dan TNI Polri untuk membantu pemerintah daerah. Kita harus lakukan ini bersama-sama dan lakukan tugas ini dengan hati, tulus dan all out,” ujarnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini